Pariwisata Tanjung Lesung Bakal Diakses ITX

- 09 Februari 2017 19:06 wib
(Foto: Dok.MI/Antara/Ahmad Subaidi)
(Foto: Dok.MI/Antara/Ahmad Subaidi)

Metrotvnews.com, Banten: Salah satu destinasi Pariwisata prioritas di ujung barat Jawa, Tanjung Lesung, Banten, mulai bergerak. Sembari menunggu infrastruktur tol dari Serang-Panimbang sejauh 84 kilometer, yang dibagi dalam 3 seksi itu — Seksi I Serang-Rangkasbitung, Seksi II Rangkasbitung-Bojong dan Seksi III Bojong-Panimbang — para pelaku bisnis pariwisata sudah bersiap-siap.

"Mereka bakal memperoleh materi pembekalan go digital oleh ITX, Indonesia Tourism Xchange,” ujar Ida Irawati, PIC Tanjung Lesung, anggota Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar RI.

Mereka akan diakses menjadi anggota, supplier dan distributor di ITX bersama sekitar 6.000 industri lain yang sudah bergabung dengan digital market place yang diendors oleh Kemenpar. Jika menunggu usai pembangunan tol, yang saat ini masih proses itu pasti memakan waktu. Kebutuhan lahan untuk jalan tol tersebut adalah 785 hektar yang melalui 50 desa dan kelurahan, 14 kecamatan dan empat kabupaten dan kota. Nilai investasi jalan bebas hambatan yang membuat jarak Jakarta-Tanjung Lesung menjadi cepat itu sekitar Rp 10,8 triliun.

“Melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, PHRI Pandeglang, Kadispar Pemkab Pandeglang, Kadispar Pemprov Banten, tengah mengkoordinir para pelaku industri pariwisata di sekitar Kabupaten Pandeglang. Terutama yang berada di Pemprov Banten, untuk mengikuti Workshop Transformasi ke Digitalisasi ITX pada pertengahan bulan Februari 2017 ini. Lokasinya di KEK Tanjung Lesung,” jelas Ida yang  didampingi Ketua Pokja Percepatan, Hiramsyah Sambudy Thaib.

Ida juga menambahkan, KEK Tanjung Lesung dan Pemprov Banten juga mengumpulkan Calender of Events (CoE) untuk mengangkat pamor Tanjung Lesung di peta Pariwisata. Salah satunya, Tanjung Lesung Cross Triantlon, April 2017, Amazing Family Race Juli 2017, Festival Pesona Bahari Tanjung Lesung September 2017 dan lainnya.

"Salah satu bahan bakar untuk membangkitkan Pariwisata di daerah adalah Calender of Event,” ungkap Ida.

Homestay di Mandalika Masuki Tahap FGD Destinasi yang sedang dipersiapkan menjadi ’10 Bali Baru’ terus berupaya mempercantik diri. Dengan kawalan Kementerian Pariwisata, di triwulan I 2017 Mandalika tengah berupaya menggenjot pengadaan homestay.

Sebanyak 2.200 kamar homestay bakal siap dibangun di Mandalika untuk mengejar target 20 juta wisatawan.

“Sebanyak 2.200 kamar menjadi target capaian di 2017. Langkah awalnya, akan digelar Focus Group Discussion
(FGD) Homestay pada 13-15 Februari 2017. Sekitar 50 peserta dari berbagai elemen akan kami undang, termasuk 13 perwakilan masing-masing desa wisata dan potensial homestay,” terang Ketua Pokja Percepatan 10
Top Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Sambudy Thaib, yang didampingi PIC Mandalika Taufan R.
FGD itu penting, untuk mensosialisasikan secara langsung, detail program Homestay Desa Wisata yang sedang digarap Kemenpar bersama Kemen-PUPR, Kemendes, dan BUMN yang bersama-sama membangun amenitas di Lombok.

FGD juga dimaksudkan untuk menjelaskan "sharing economy" yang menjadi salah satu program prioritas Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dalam pengembangan destinasi pariwisata, Menpar Arief Yahya menggunakan rumis 3A, yakni Atraksi, Akses, Amenitas. Khusus Amenitas, lebih banyak dikerjakan oleh private sector, swasta dan masyarakat. Hotel, resort,
restoran, convention, cafe dan lainnya lebih ke pihak swasta.

"Homestay Desa Wisata untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, agar mereka tidak hanya menjadi penonton dalam skema industri pariwisata. Mereka juga menjadi subjek bagi destinasi itu sendiri," ujar Mantan Dirut PT Telkom yang asli Banyuwangi Jawa Timur ini.

Mengejar jumlah amenitas dengan homestay ini urgen bagi destinasi wisata di tanah air.

"Homestay itu solusi paling cepat, masif, ekonomis dan memberi lapangan kerja bagi masyarakat. Hotel berbintang tetap didorong, tetapi membangun hotel itu butuh waktu lama. Bisa lebih dari 3 tahun, dan kapasitasnya terbatas,” urai Taufan.


(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PARIWISATA INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 20-08-2017