Tips Menyimpan Keju Sesuai Jenisnya

Sri Yanti Nainggolan - 22 Agustus 2017 10:51 wib
(Foto: Zimbio)
(Foto: Zimbio)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keju yang terlalu lama disimpan akan menimbulkan jamur berwarna hijau pada bagian pinggir. Jangan langsung buang keju dengan penampakan tersebut karena itu artinya keju akan semakin enak bila dimakan.

Hal ini dikarenakan keju memiliki jangka waktu penyimpanan yang lebih lama. Oleh karena itu, diperlukan penyimpanan yang tepat agar makanan tersebut berdasarkan tipe keju.

Untuk jenis keju keras dalam kemasan tertutup, seperti keju parmesan atau cheddar, sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin selama dua hingga empat bulan atau delapan bulan bila disimpan dalam freezer. Menurut situs makanan Tasting Table, keju keras yang sudah dibuka kemasannya masih aman dimakan selama enam minggu.

Gruyere, gouda atau jenis keju yang tak semuanya keras atau lembut disarankan untuk disimpan dalam lemari pendingin paling lama tiga minggu setelah dibuka. Keju kombinasi tersebut dapat bertahan lebih lama, sekitar dua bulan, jika kemasan belum dibuka.

Sementara itu, keju jenis lembut yang tergolong paling lembab sebaiknya dimakan dalam kurun waktu dua minggu setelah dibuka. Beberapa jenis keju tersebut adalah brie, feta dan camembert.

"Untuk menghilangkan jamur, paling mudah dilakukan pada jenis keju keras karena memiliki kandungan kelembapan paling rendah," jelas petugas kesehatan Australia, Dr Ailsa Hocking.

Ia menyarankan untuk memotong beberapa centimeter lebih dalam dari jamur.

Sayangnya, jamur lebih mudah menyebar pada tipikal keju yang lembut dan hal itu lebih sulit disadari. Oleh karena itu, jika keju sudah kadaluarsa, sebaiknya tak dikonsumsi. Bau tak sedap atau mulai muncul rambut juga pertanda makanan tersebut sebaiknya segera dibuang saja.




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TIPS & TRIK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017