Menjelajahi Kerajaan Mataram di Museum Ullen Sentalu

Pelangi Karismakristi - 12 Januari 2018 19:10 wib
Bagi Anda yang penasaran dengan sejarah Kerajaan Mataram, Keraton Yogyakarta, dan Keraton Solo, berkunjung ke Museum Ullen Sentalu di kawasan Kaliurang. (Foto: Dok. Medcom.id/Pelangi Karismakristi)
Bagi Anda yang penasaran dengan sejarah Kerajaan Mataram, Keraton Yogyakarta, dan Keraton Solo, berkunjung ke Museum Ullen Sentalu di kawasan Kaliurang. (Foto: Dok. Medcom.id/Pelangi Karismakristi)

Jakarta: Berlibur ke Yogyakarta, banyak sekali objek wisata yang bisa dikunjungi. Jika bosan jalan-jalan di area Malioboro dan pantai, Anda bisa menjajal berkunjung ke Museum Ullen Sentalu di kawasan Kaliurang. 

Dari namanya saja sudah kedengaran cukup unik. Ullen Sentalu, merupakan singkatan dari dari kalimat “Ulating blencong sejatine tataraning lumaku”, yang artinya nyala lampu blencong yang menjadi penerang bagi jalan kehidupan manusia.

Bagi Anda yang penasaran dengan sejarah Kerajaan Mataram, Keraton Yogyakarta, dan Keraton Solo, berkunjung ke sana adalah tujuan yang pas. Sebab Anda akan mendapat pengetahuan baru soal sejarah Kerajaan Mataram yang pecah menjadi empat kekuasaan di Yogyakarta dan Solo pada masa kolonial Belanda.

Saat memasuki area museum yang dibuka untuk umum pada 1997 ini, Anda akan dipandu oleh guide yang siap mengantarkan Anda menjelajahi seisi museum. Perlu Anda perhatikan, bahwa selama tur Anda tidak diperbolehkan mengambil gambar, namun nanti akan ada spot sendiri untuk berfoto ria.


(Bagi Anda yang penasaran dengan sejarah Kerajaan Mataram, Keraton Yogyakarta, dan Keraton Solo, berkunjung ke Museum Ullen Sentalu di kawasan Kaliurang. Foto: Dok. Medcom.id/Pelangi Karismakristi)

Setelah pemandu dan rombongan (dibatasi 25 orang per-tur) siap, Anda akan dihantarkan ke sejumlah ruangan yang menyerupai labirin. Sengaja dibuat labirin karena memiliki filosofi bak kehidupan manusia yang berlika-liku.

Di ruang pertama, Anda akan disuguhi beberapa lukisan para putri raja dan juga terdapat sejumlah koleksi seperangkat gamelan, yang merupakan hibah dari Keraton Yogyakarta.

Setelah diantarkan ke beberapa area yang menampilkan koleksi foto keluarga kerajaan, lukisan, kisah-kisah raja, Anda juga diajak menengok Ruang Putri Dambaan. Adalah Putri Mangkunegara VII, GRAy Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Koesoemowardhani, atau yang akrab disapa Gusti Nurul, yang memiliki wajah yang begitu molek.

Tak ayal jika perempuan yang menentang poligami ini, semasa hidupnya menjadi dambaan banyak pria. Sederet tokoh penting, seperti Presiden Soekarno, Sultan Hameng Kubuwono IX, Sutan Sjahrir, hingga Kolon GPH Djatikusumo pun pernah berlomba mendapatkan cintanya. Dan pada akhirnya dia memilih untuk menikah dengan seorang tentara yang masih keluarganya, Kolonel Surjo Sularso. 


(Selain melihat keindahan museum ini, Anda juga akan melihat koleksi batik Solo dan Yogyakarta yang umurnya bisa mencapai ratusan tahun. Foto: Dok. Medcom.id/Pelangi Karismakristi)

Pemandu juga menjelaskan bagaimana perbedaan ratu di Pulau Jawa dan di negara barat. Biasa para ratu di Eropa menggunakan mahkota sebagai lambang kekuasaan dan kehormatanya, namun tidak dengan di Jawa.

"Ratu di Jawa (tanda kekuasaannya) dengan menggenggam sejumlah kunci yang merupakan alat untuk membuka tempat-tempat penting di kerajaan, misalnya ruang senjata," jelas pemandu.

Perjalanan tak sampai di situ saja, Anda juga bisa menyaksikan koleksi batik Solo dan Yogyakarta yang umurnya bisa mencapai ratusan tahun. Pemandu pun akan menjelaskan makna-makna dari tiap motif batik yang dipajang.

(Baca juga: Museum Kontemporer)

Sebelum usai mengelilingi museum yang berdurasi sekitar 50 menit ini, Anda akan diajak istirahat dan disuguhi minuman khas Ullen Sentalu. Konon minuman tradisional ini merupakan ramuan rahasia yang dipercaya bisa untuk awet muda para putri kerjaan.

Nah, di akhir waktu, Anda sudah bisa mengambil gambar di salah satu sudut museum. Di ruangan outdoor ini terdapat replika relief Candi Borobudur yang sengaja dibuat miring, yang memiliki makna sebuah keprihatinan pada anak muda zaman sekarang yang enggan belajar dan mencintai sejarah juga budaya. "Atau bisa dibilang wong Jawa ilang Jawane (orang Jawa hilang Jawanya)," tutup pemandu. 

Salah satu wisatawan dari Jakarta juga mengaku terpikat dengan museum ini. Menurutnya Ullen Sentalu berbeda dengan museum lain, dari sana dia bisa memiliki pengetahuan baru tentang sejarah Kerajaan mataram.

"Kita bisa tahu siapa saja raja, permaisuri, dan keturunannya. Jadi kita lebih paham karena penjelasan yang disampaikan pemandu sambil melihat foto atau lukisan orangnya. Tidak ada salahnya sih anak muda zaman sekarang ke ini, karena nambah pengetahuan dan di sini hawanya dingin jadi asyiklah," ujar Nando.

Bagi yang ingin berkunjung ke Ullen Sentalu, Anda cukup membayar Rp40 ribu saja. Museum ini buka hari Selasa-Jumat pada pukul 08.30-16.00, Sabtu-Minggu Rp 08.30-17.00, sedangkan pada hari Senin, museum tutup.










(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG WISATA JAWA TENGAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-04-2018