Ragam Koleksi Batik Hartono

Pelangi Karismakristi - 08 Februari 2017 15:00 wib
Ilustrasi: Pameran Adi Wastra Nusantara 2010 di JCC, Jakarta (Foto:Media Indonesia)
Ilustrasi: Pameran Adi Wastra Nusantara 2010 di JCC, Jakarta (Foto:Media Indonesia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan. Terlebih, batik-batik kuno yang telah ada sejak ratusan tahun lalu yang tak ternilai harganya.

Seperti yang dilakukan oleh kolektor batik tua di Indonesia, Hartono Sumarsono. Dia telah mengumpulkan batik kuno berumur ratusan tahun sejak 1983. Jumlah koleksinya kini mencapai ribuan.

"Awalnya, saya suka keramik Tiongkok. Saya sering mencari di Jalan Surabaya. Lalu, pedagang-pedagang bilang, ada batik kuno bagus-bagus sekali dan dibawa oleh orang mancanegara, ini kan sayang sekali. Sejak saat itu hati saya tergerak, karena saya juga bisnisnya batik. Saya pikir selamatkan yang ada dulu," ucap Hartono kepada pembawa acara program Idenesia, Yovie Widianto dan Renitasari Adrian.

Hartono memiliki koleksi batik dengan beragam motif. Misalnya, batik yang dibuat oleh orang Belanda pada tahun 1870-an yang bercerita tentang Arjuna Wiwaha yang menikah dengan 7 bidadari.

"Ada pula bed cover, saya pikir ini yang punya kapiten-kapiten Tiongkok yang mengerti filosofi hidup. Setelah saya pelajari, batik ini bermakna sebuah doa dari orang tua pada anaknya yang diharapkan memiliki semangat perjuangan dan diharapkan pada kehidupan di masa datang akan lebih baik. Ini bisa terlihat dari gambar seperti kilin, ikan berkepala naga yang melambangkan perjuangan dan spirit serupa," jelas Hartono, sambil menunjukkan koleksi batik kunonya.

Ada juga batik Jawa hokokai yang merupakan hasil buatan orang Tiongkok. Batik tersebut mendapat pengaruh dari Jepang yang menjajah Indonesia selama 3,5 tahun. Ciri khas batik Jawa Hokokai terletak pada coraknya yang memiliki warna kuning mencolok dan pagi-sore, serta bercerita tentang kisah cinta Sam Pek dan Eng Tay.

"Kami juga merepro batik kuno yang sudah tak banyak orang tahu, ya tujuannya agar generasi sekarang bisa mengenal motif-motif batik kuno yang begitu bagus. Biasanya kami merepro batik kuno dari Cirebon, Pekalongan, dan Kudus," tuturnya.

Kini, batik kembali menggapai masa kejayaan. Lihat saja, sekarang banyak dijumpai orang memakai batik ke beragam acara, baik formal maupun santai.

"Ya, kita terima kasih sama Malaysia. Gara-gara mereka mau mematenkan batik, saat itu juga Indonesia menjadi seperti macan, langsung bergerak semua. Terlebih lagi batik juga diakui UNESCO sebagai warisan dunia," ucap Hartono menambahkan.

Anak muda pun tak lagi gengsi memakai batik. Sebut saja, Asmara Abigail, yang sering menggunakan batik atau kain Indonesia lainnya sebagai pakaian sehari-hari dan memakainya pada acara tertentu.

Dirinya juga menyempatkan diri datang ke Galeri Hartono yang terletak di bilangan Jakarta Barat. Sebagai anak muda yang menyukai batik, ia sangat tertarik dengan batik-batik tua koleksi Galeri Hartono.

"Makasih banget sudah bisa lihat kolekseinya. Tadi saya lihat batik buatan tahun 190. Ini suatu pengalaman, karena saya bisa lihat langsung koleksi batik tahun itu. Menurut saya, kita juga bisa salurkan ilmu membatik pada sekolah-sekolah biar mereka tahu nama, asal, sejarah, dan maknanya. Kalau kita kenal (batik), kan kita akhirnya cinta (batik)," kata pemeran utama film Setan Jawa ini.

Simak terus penelusuran Renitasari Adrian dan Yovie Widianto pada program IDEnesia Metro TV, Kamis (9/2/2017), pukul 22.30 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan mem-follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GALERIINDONESIAKAYA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
MOST COMMENTED
ADVERTISEMENT

Tue , 24-10-2017