DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Terlibat Pengiriman Sabu, Terpidana Seumur Hidup Divonis Mati

Farida Noris - 14 Februari 2018 21:11 wib
Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan pidana mati terhadap Udo Tohar alias Tohar. Foto: Medcom.id/Farida Noris
Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan pidana mati terhadap Udo Tohar alias Tohar. Foto: Medcom.id/Farida Noris

Medan: Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan pidana mati terhadap Udo Tohar alias Tohar. Terdakwa yang tengah menjalani pidana penjara seumur hidup ini terbukti terlibat dalam pengiriman sabu seberat 17 kilogram dari Lapas Tanjung Gusta, Medan.

"Mengadili, menjatuhkan pidana mati kepada terdakwa Udo Tohar alias Tohar," ucap majelis hakim yang dipimpin S Batubara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu, 14 Februari 2018, sore.

Tohar terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pertimbangan memberatkan hukuman antara lain tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika.

"Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan sudah menjadi terpidana seumur hidup. Selain itu tindakan terdakwa berpotensi merusak generasi bangsa," sebut S Batubara.

Usai sidang, JPU Sindu Utomo menjelaskan terdakwa merupakan bagian dari kasus pengiriman sabu seberat 17 kilogram yang dilakukan Julianto, narapidana di Lapas Tanjung Gusta pada 2016.  

"Julianto bersama empat terdakwa lainnya berperan sebagai kurir, masing-masing Bambang Zulkarnain Sayuti, Sofyan Dalimunthe, Dedy Guntary Panjaitan dan Saiful Amri alias Amat juga dijatuhi hukuman seumur hidup. Bahkan di tingkat kasasi mereka juga dihukum seumur hidup," terang Sindu.

Penangkapan Udo Tohar, merupakan pengembangan dari kasus Julianto. Petugas BNN menemukan keterlibatan Tohar setelah melacak nomor telepon seluler milik Julianto. Tohar merupakan terpidana seumur hidup kasus narkoba seberat 6 kilogram. Dia ditangkap oleh BNN pada 2015 silam bersama empat rekannya.

"Petugas kemudian memeriksa Tohar dan menemukan empat unit handphone di selnya. Dari handphone ini terbukti keterlibatan Tohar," tutur Sindu.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NARKOBA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018