DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh Hingga 3,1% di 2018

Anwar Sadat Guna - 28 Februari 2018 14:40 wib
Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra menyampaikan paparan pertumbuhan ekonomi Kepri saat konferensi pers di Harris Hotel, Kota Batam, Rabu, 28 Februari 2018.
Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra menyampaikan paparan pertumbuhan ekonomi Kepri saat konferensi pers di Harris Hotel, Kota Batam, Rabu, 28 Februari 2018.

Batam: Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) pada 2018 diprediksi tumbuh 2,7 hingga 3,1 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang tingkat konsumsi dan investasi di Kepri, khususnya di Kota Batam. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra dalam konferensi pers Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kepri di Harris Hotel, Kota Batam, Rabu, 28 Februari 2018. 

"BI akan memantau secara konsisten investasi di Kepri dan Kota Batam pada 2018. Ada beberapa investor baru masuk ke Kepri dan ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah ini," ujar Gusti. 

Jika investasi ini mampu tumbuh rata-rata di angka 5 persen, menurut Gusti, akan sangat cepat mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri. Pengerjaan konstruksi akan meningkat dan bisa menyerap banyak tenaga kerja. 

Selain itu, adanya perbaikan ekonomi dunia yang diprediksi tumbuh 3,9 persen pada 2019, kata Gusti, juga akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kepri, khususnya Batam. Mengingat industri di Batam umumnya berorientasi ekspor. 

"Sektor industri oil dan gas yang kembali bergairah serta industri galangan kapal (shipyard), juga ikut memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Kepri. Beberapa shipyard di Batam mulai mendapatkan order untuk membuat kapal," jelasnya. 

Pada 2015 hingga 2017 merupakan masa-masa sulit bagi industri shipyard di Batam. Sejumlah perusahaan tutup karena tidak mendapatkan order. Industri shipyard umumnya berada di kawasan Tanjung Uncang dan Sekupang. 

Di samping sektor dan indikator pertumbuhan ekonomi Kepri, sambung Gusti, perlu ada upaya untuk mengendalikan tekanan inflasi. BI memprediksi tingkat inflasi pada 2018 berada di kisaran 3,5 plus minus 1 persen (yoy). 

"Perlu ada upaya juga untuk menekan tingkat inflasi. Ke depan, perlu agar lebih lebih berhati-hati dalam menetapkan kebijakan, misalnya menyangkut tarif listrik dan tarif lainnya yang bisa berdampak pada penurunan daya beli masyarakat," ujarnya. 

Adapun menyangkut pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2018, jelas Gusti, berada di angka 2,5 hingga 2,9 persen. 

Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di Kepri, BI secara intens mendorong agar pembangunan infrastruktur di Kepri dan Pulau Batam.

Gusti mengakui, ada beberapa infrastruktur yang harus segera dikembangkan. Infrastruktur yang ada sekarang belum efisien memacu pertumbuhan ekonomi Kepri. 

"Pelabuhan Batuampar misalnya, kalau ini ditingkatkan kapasitasnya tentu bisa meningkatkan produk domestik bruto, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan nilai ekspor," ujar Gusti. 

Saat ini kapasitas Pelabuhan peti kemas Batuampar, Kota Batam, sekitar 300-400 TEU (twenty-foot equivalent) unit per tahun. Dan angka tertinggi berada pada 600 TEU.

Infrastruktur lain yang juga perlu disegerakan pembangunannya, tambah Gusti, adalah Pelabuhan Tanjungsauh dan jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan atau disebut juga Jembatan Batam Bintan. 

"Target pertumbuhan ekonomi 7 persen dalam kurun dua tahun, yakni 2017-2019 yang dicanankan BP Batam diharapkan bisa terealisasi jika beberapa infrastruktur bisa segera dikerjakan," kata Gusti. 


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERTUMBUHAN EKONOMI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018