Korban Banjir di Aceh Mulai Terserang Penyakit

Ferdian Ananda - 07 Desember 2017 16:21 wib
Personel Brimob mengevakuasi warga terisolir mengguakan rakit buatan di kawasan ibukota Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, Selasa (5/12). ANTARA FOTO/Rahmad
Personel Brimob mengevakuasi warga terisolir mengguakan rakit buatan di kawasan ibukota Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, Selasa (5/12). ANTARA FOTO/Rahmad

Aceh Utara: Sebanyak 33.110 jiwa korban banjir di 88 titik pengungsian di Aceh Utara mulai diserang berbagai penyakit. Banjir masih berdampak di Kecamatan Lhoksukon dan Kecamatan Pirak Timu. Sedangkan di beberapa kecamatan, seperti Matangkuli air mulai surut.

Aminullah salah satu korban banjir mengaku, warga di pengungsian mulai diserang penyakit seperti demam, gatal-gatal, dan infeksi saluran pernafasan (ispa). Kondisi mereka tidak tertangani secara maksimal, karena stok obat untuk penyakit tersebut kurang.

"Posko pengungsian banyak, ada juga warga yang mengungsi di kediaman keluarganya, sehingga saat berobat ke posko pengungsian mereka kesulitan mendapatkan obat. Apalagi, ada beberapa titik yang masih tergenang banjir," sebutnya.

Ia berharap, upaya penanganan masyarakat korban banjir bisa ditingkatkan, baik bantuan logistik dan bantuan medis. Terlebih kondisi anak-anak di posko pengungsian mulai mengkhawatirkan, mereka membutuhkan penanganan kesehatan lebih baik.

"Rata-rata yang diserang penyakit, ada yang sudah mulai demam, gatal-gatal dan juga infeksi saluran pernafasan (ispa). Mereka membutuhkan penangani medis secara rutin," sebutnya.

Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Teuku Nadirsyah, menjelaskan, titik pengungsi sudah berkurang karena sebagian warga memilih pulang ke rumah. Seperti di Kecamatan Seunuddon, Tanah Luas, Sawang, Tanah Jambo Aye, sejak kemarin sore sudah mulai meninggalkan pengungsian. Tetapi warga di kecamatan Lhoksukon, hingga kini masih mengungsi, bahkan jumlahnya bertambah.

Teuku menjelaskan, jumlah pengungsi sampai hari ini mencapai 33 ribu orang dari 88 titik yang ada, 34 di antaranya berada di Kecamatan Lhoksukon, 13 titik di Matangkuli, dan 10 titik di Pirak Timu. 

"Itu sudah termasuk yang mengungsi di musala. Rencananya, kami akan menambahkan titik pengungsian, agar memudahkan proses distribusi bantuan," sebutnya.

Sejauh ini, distribusi bantuan logistik cukup baik ke sejumlah titik pengungsian, bahkan dukungan logistik dari Provinsi Aceh yang diantar langsung Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Alhudri juga telah diterima Pemkab Aceh Utara.

"Bantuan logistik mencukupi, distribusinya berjalan lancar ke titik pengungsian. Meski ada warga yang tidak mau mengungsi karena takut kehilangan harta benda dan ternak," jelasnya.

Meski demikian, bantuan obat-obatan masih sangat dibutuhkan. Pasalnya, ia menerima laporan banyak warga yang mulai diserang penyakit, seperti gatal-gatal. Apalagi titik pengungsian juga semakin bertambah nantinya.

"Karena stok obat yang tersedia memang sudah tidak mencukupi lagi. Pemkab Aceh Utara berharap bantuan obat-obatan dari Provinsi Aceh maupun pusat dapat segera tiba. Karena banyak pengungsi yang terserang berbagai penyakit akibat banjir," lanjutnya.

Pihaknya juga berharap, donatur yang ingin menyumbangkan bantuan agar dapat menyalurkan melalui BPBD Aceh Utara, supaya proses distribusinya merata dan tidak salahgunakan.

"Selain itu, juga untuk memastikan supaya bantuan yang disalurkan itu tidak kedaluwarsa. Karena jika sampai kedaluwarsa, bisa menimbulkan keracunan, atau hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.

Sementara itu, Polres Lhokseumawe dan Polda Aceh menurunkan tim medis ke sejumlah lokasi terendam banjir. Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman mengaku telah menurunkan satu tim terdiri satu dokter dan dua perawat.

"Kita bawa obat-obatan dan ambulans. Bagi yang perlu dirujuk langsung dibawa ke rumah sakit,"sebutnya.

Menurutnya, tim medis mereka menangani korban banjir di Desa Tanjong Masjid, Tanjong Awe, dan Desa Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. "Di sana, terdapat sebanyak 200 korban banjir terutama ibu dan anak-anak mulai terserang alergi, flu demam, ispa dan gatal-gatal seperti kutu air," katanya.

Sedangkan, bantuan medis Polda Aceh membuka tenda kesehatan di lokasi banjir Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Sebagian korban banjir yang sakit dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Utara.

Sebelumnya, banjir mulai merendam Kabupaten Aceh Utara sejak beberapa hari lalu. Bahkan semakin meluas sampai ke kawasan ibukota Aceh Utara, Lhoksukon. Begitu juga banjir mengenangi 23 kecamatan lainnya dari 27 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut. Hingga Rabu 6 Desember kemain, jumlah pengungsi di Aceh Utara mencapai 33 ribu jiwa dari 88 titik lokasi pengungsian. 


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANJIR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 12-12-2017