DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Penyelundupan Sabu 15 Kg Asal Malaysia Digagalkan

Farida Noris - 27 Februari 2018 14:04 wib
Rilis hasil penangkapan 4 penyelundup 15,53 kilogram sabu dan 79.905 butir ekstasi melalui jalur laut di Medan, Sumut.
Rilis hasil penangkapan 4 penyelundup 15,53 kilogram sabu dan 79.905 butir ekstasi melalui jalur laut di Medan, Sumut.

Medan: Penyeludupan narkotika jenis sabu seberat 15,53 kilogram dan 79.905 butir ekstasi berhasil digagalkan. Barang haram itu diseludupkan dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut untuk diedarkan di kota-kota besar seperti Medan, Jakarta, Pulau Jawa hingga Bali.

Direktur Psikotropika BNN Brigjen Pol Anjan Pramuka mengatakan empat pelaku penyelundupan berhasil ditangkap. Mereka, AR alias Amir, 23; AM, 26; ZU, 35; dan DS alias Marpaung, 34. AM ditembak petugas karena berusaha melarikan diri.

"Pengungkapan kasus ini atas kerja sama BNN, Polri, serta Polis Diraja Malaysia (PDRM). Kami mendapat informasi dari JSJN-PDRM bahwa ada pengiriman dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut," kata Anjan saat konferensi pers di RS Bhayangkara Medan, Selasa, 27 Februari 2018.

Mendapat informasi tersebut, BNN membentuk Satuan Tugas Operasi (Satgas Ops) gabungan bersama dengan BNN Provinsi Sumatera Utara, Polda Sumut, Polrestabes Sumut, dan Polres Langkat.

"Pengungkapan kasus berjalan sekitar 1 bulan. Akhirnya pada Minggu 25 Februari pukul 12.25 WIB berhasil ditangkap empat orang tersangka di tempat yang berbeda," kata Anjan.

Anjan memerinci, AR yang merupakan warga Aceh ditangkap di sebuah halaman hotel yang berada di Kawasan Gatot Subroto, Medan, pada pukul 12.45 WIB, dengan barang bukti berupa 14.552 gram sabu dan 70.905 butir ekstasi. 

"Petugas kemudian menggeledah rumah AR di kawasan perumahan Taman Impian Indah Sakti Luhur, Medan, dan menemukan barang bukti narkotika berupa 501 gram sabu," paparnya.

Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB, petugas juga menangkap tersangka DS dan ZU yang juga merupakan warga Aceh, di wilayah Pondok Kelapa, Medan. Peran ketiga tersangka masing-masing sebagai penerima barang di Aceh dan di Medan. 

"Sedangkan tersangka AM alias Amrizal yang merupakan koordinator lapangan dari jaringan sindikat ini ditangkap di Gebang, Langkat. Dia terpaksa dilumpuhkan hingga tewas, lantaran saat diperiksa melawan petugas dan berusaha melarikan diri," kata Anjal.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Ini jaringan cukup lama, jadi mereka sudah pernah sebelumnya mengedarkan. Tim masih melakukan pengembangan, khususnya pengirim dari Malaysia. Kami masih koordinasi dengan PDRM untuk mengungkap otak pelaku," bebernya.




(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NARKOBA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018