Selesai Diperiksa, Bupati Batubara Diboyong ke Jakarta

Budi Warsito - 13 September 2017 23:06 wib
Bupati Batubara OK AZ (OK Arya Zulkarnain) usai diperiksa di Mapolda Sumut dan langsung diboyong ke Jakarta. (Foto: MTVN/Budi Warsito).
Bupati Batubara OK AZ (OK Arya Zulkarnain) usai diperiksa di Mapolda Sumut dan langsung diboyong ke Jakarta. (Foto: MTVN/Budi Warsito).

Metrotvnews.com, Medan: Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Utara (Sumut), Bupati Batubara OK AZ (OK Arya Zulkarnain) diboyong ke Jakarta oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu 13 September 2017 malam. 

Dari informasi yang dihimpun, OK diboyong ke Jakarta menggunakan maskapai penerbangan Batik Air dengan jadwal penerbangan pukul 21.40 WIB. Selain OK, penyidik KPK juga memboyong enam orang lainnya yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yakni SJD, MRN, HLM, SFL, HRL dan AS. 

OK keluar dari gedung Ditreskrimsus Polda Sumut sekira pukul 20.05 WIB. Mengenakan baju kemeja berwarna putih, OK langsung dibawa ke Bandara Kualanamu, Deli Serdang.

Usai pemeriksaan, OK tak banyak bicara. Dia hanya mengaku bahwa dirinya dalam keadaan sehat.

(Baca juga: Sejumlah Pejabat Daerah Terjaring OTT di Kabupaten Batubara)

Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Putu Yudha mengaku, penyidik KPK melakukan pemeriksaan di enam ruangan Ditreskrimsus Polda Sumut.  

"Jadi tadi mereka (penyidik KPK) pinjam (memakai) ruang kita untuk melakukan pemeriksaan awal. Ada enam ruangan," kata Putu Yudha.

KPK melakukan pemeriksaan di Mapolda Sumut dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. "Saya kurang tahu (berapa orang yang diperiksa). Pendalaman (pemeriksaan) di Jakarta. Tadi hanya pinjam ruangan saja," tandasnya. 

(Baca juga: Bupati Batubara Diperiksa di Mapolda Sumut)

KPK sebelumnya telah membenarkan soal OTT Bupati Batubara melalui Kabiro Humas KPK Febri Diansyah. Ia menyebutkan ada tujuh orang yang ditangkap. OK Arya diduga menerima suap terkait pengurusan sejumlah proyek.

"Ada sejumlah uang juga yang kita amankan. Indikasinya penerimaan atau hadiah janji tersebut terkait dengan adanya fee pengurusan sejumlah proyek di sana," kata Febri.

Febri menyebut di antara tujuh orang itu ada unsur penyelenggara negara serta unsur pejabat daerah yaitu kepala dinas dan dari swasta.

"Ada unsur kepala daerah sebagai penyelenggara negara. Tentu sekarang proses pemeriksaan masih dilakukan, pemeriksaan awal," ucapnya.

Setelah di boyong ke Jekarta, KPK akan merilis perihal OTT Bupati Batubara tersebut.




(HUS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OTT KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017