Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.606.841.593 (13 JULI 2018)

Pelabuhan Tiga Ras Menyisakan Luka

Antara - 04 Juli 2018 16:57 wib
 Keluarga penumpang KM Sinar Bangun. (ANT/IRSAN MULYADI)
Keluarga penumpang KM Sinar Bangun. (ANT/IRSAN MULYADI)

Simalungun: Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun masih mengunjungi Pelabuhan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, meskipun pencarian korban telah dihentikan. 

Para keluarga korban yang berduka itu memilih duduk di halaman gedung Dinas Perhubungan untuk menghindari sinar matahari. Pandangan mata mereka tak lepas ke arah lokasi tenggelamnya KM Sinar Bangun pada Senin, 18 Juni lalu. 

Di pelabuhan yang juga menjadi posko terpadu itu, kertas-kertas yang ditempel bertuliskan nama korban yang tenggelam bersama KM Sinar Bangun masih terpampang di gedung loket kapal penyeberangan feri KMP Sumut I dan II. 

Parni (55) menangis saat melihat nama anaknya yang menjadi daftar penumpang KM Sinar Bangun. (ANT/Irsan Mulyadi)

Sementara, kemarin, 3 Juli, masing-masing keluarga korban telah meletakkan batu pertama pembangunan monumen KM Sinar Bangun. Selain itu, tabur bunga juga sempat dilakukan di lokasi tenggelamnya kapal nahas tersebut. 

Monumen tersebut akan menghadap Simanindo, Kabupaten Samosir.  Selain itu, monumen akan dibangun dengan ukuran tinggi 8 meter dan lebar 3 meter bernuansa budaya. 

Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan monumen sebagai lambang sejarah hilangnya ratusan nyawa di KM Sinar Bangun. Selain itu, monumen juga sebagai lambang dimakamkannya korban KM Sinar Bangun. 

Tak hanya keluarga korban yang masih berharap keajaiban. Tenggelamnya KM Sinar Bangun mengundang kunjungan warga yang penasaran, di antaranya dari daerah Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas dan Medan, Sumatera Utara. 

"Mau tahu seperti apa Danau Toba dan cerita yang sebenarnya," kata warga Sibuhuan, Amin Harahap, 57, yang datang bersama anak isterinya.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KAPAL TENGGELAM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 16-07-2018