Sumbar Kaji Nama Daerah Sesuai Bahasa Minang

Antara - 12 Oktober 2017 19:36 wib
Kawasan kampung adat di Kab. Sijunjung, Sumatera Barat, ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Kawasan kampung adat di Kab. Sijunjung, Sumatera Barat, ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Metrotvnews.com, Padang: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjajaki kemungkinan pengembalian nama daerah menjadi bahasa Minangkabau. Hingga saat ini nama daerah di Sumbar disesuaikan dengan Bahasa Indonesia. 

"Kita jajaki dulu sejarah perubahan nama daerah menjadi ejaan Bahasa Indonesia. Kalau memang memungkinkan, kita kembalikan pada ejaan aslinya," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Kamis 12 Oktober 2017.

Nasrul bilang, banyak daerah di Sumbar menggunakan ejaan Bahasa Indonesia. Tapi, artinya tak sesuai dengan nama asli daerah, bahkan ada yang tidak memiliki arti lagi.

Ia mencontohkan, Nagari Padang Lawas Selatan di Kecamatan Koto Tujuh Kabupaten Sijunjung. Seharusnya, nama nagari itu dalam bahasa Minang adalah Padang Laweh yang artinya tanah lapang yang luas.

Namun nama daerah itu diubah menjadi Padang Lawas, seakan-akan disesuaikan dengan Bahasa Indonesia, padahal artinya tidak sama. Padang lawas dalam bahasa Indonesia dapat diartinya tanah lapang yang sudah tua, bukan tanah lapang yang luas.

Nasrul berpendapat upaya pengembalian nama daerah itu bisa dilakukan, karena hukum positif di Indonesia yang mengakui kearifan lokal dan budaya daerah. Meski begitu, bukan perkara mudah karena nama daerah di tingkat nagari atau kecamatan sudah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Tapi kita jajaki dulu kemungkinannya," kata dia.



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BUDAYA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017