Empat Plasma Nuftah Aceh Terdaftar di FAO

Antara - 12 September 2017 10:07 wib
Kuda Gayo -- ANT/Irwansyah Putra
Kuda Gayo -- ANT/Irwansyah Putra

Metrotvnews.com, Blangpidie: Empat hewan ternak di Aceh telah didaftarkan ke badan dunia yang menangani pangan dan pertanian (FAO). Ini berarti, komoditi unggul tersebut dijaga kelestarianya sepanjang masa.

Kepala Dinas Peternakan Aceh Zulyazaini Yahya mengatakan, empat jenis plasma nutfah yang telah didaftarkan, yaitu sapi Aceh, kerbau Gayo, kerbau Simeulue, dan kuda Gayo. "Aceh memiliki sumber daya plasma nutfah yang sangat lengkap," kata dia di sela-sela acara Upsus Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) di Kecamatan Lembah Sabil, Selasa 12 September 2017.

Menurut Zulyazaini, keempat plasma nuftah tersebut juga terdaftar pada Kementerian Pertanian. Hak patennya milik Pemerintah Aceh.

"Jadi, keempat komoditi itu harus kita jaga sama-sama kelestarianya. Pemerintah Aceh telah membangun laboratorium khusus untuk prosesing semen beku (straw) yang ada di daerah Saree, Kabupaten Aceh Besar, untuk cikal bakal pelestarian dan pemurnian sapi Aceh ke depan," ujarnya.

Menurut cerita orang tua, lanjut Zulyazaini, Kabupaten Abdya dulu juga sangat terkenal dengan kerbau rawa yang populasinya sudah melebihi dari jumlah penduduk daerah itu, yakni mencapai 120 ribu ekor. Tapi, apakah masih ada komoditi itu sekarang.

"Alhamdulillah kalau masih ada. Saya takut tidak ada lagi. Karena dari jumlah data saya peroleh jumlah populasi kerbau rawa Abdya hanya tinggal sekitar 4.000 ekor. Ini aset sangat penting, harus kita jaga dalam rangka membangun ekonomi rakyat ke depan," ujarnya.

Dulu, sambung dia, orang tua kita naik haji biayanya dari hasil penjualan kerbau. Bahkan, biaya anak-anak mereka sekolah juga dari hasil jasa kerbau.

"Tapi, hari ini kita sudah lupa kepada komoditi unggulan yang telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan rakyat itu," tutur dia.

Zulyazaini menuturkan, Pemerintah Aceh pada 2017 diberi tugas oleh pemerintah pusat untuk bisa melakukan inseminasi buatan (IB) pada 105.000 ekor sapi maupun kerbau dalam menjalankan program Upsus Siwab. "Ini tugas berat. Berdasarkan laporan terakhir, baru 26.000 ekor yang sudah dilakukan inseminasi buatan. Atas dasar itulah, kami menggerakkan semua petugas mengajak seluruh peternak untuk mengikuti program Siwab ini," tutupnya.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HEWAN TERNAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017