DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Penderita Stunting di Sumsel Bertambah

Dwi Apriani - 13 Maret 2018 08:44 wib
Ilustrasi. Seorang pasien gizi buruk, Dina, 9 bulan dirawat di RSUD Dr Soewandhi Surabaya, (ANTARA/Eric Ireng)
Ilustrasi. Seorang pasien gizi buruk, Dina, 9 bulan dirawat di RSUD Dr Soewandhi Surabaya, (ANTARA/Eric Ireng)

Palembang: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat penderita stunting di wilayahnya bertambah selama dua tahun terakhir. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nuraini mengatakan, data pada 2016 lalu Sumsel tercatat sebagai provinsi kedua terendah jumlah penderita stunting yakni 19,2 persen.

Namun pada 2017, penderita stunting bertambah menjadi 22,8 persen. "Kita tidak lagi menjadi yang terendah. Peringkat kita bertambah. Stunting semakin banyak tercatat di Sumsel," ucap Lesty, Senin, 12 Maret 2018.

Adapun beberapa daerah yang tercatat banyak ditemukan stunting di antaranya Banyuasin, Empat Lawang, dan Musi Rawas Utara. Lesty menerangkan, penyebab banyaknya ditemukan stunting karena faktor kemiskinan dan lingkungan yang tidak sehat.

Baca:  JK: Indonesia Kritis Stunting

"Upaya tahun ini, kita lakukan pencegahan stunting dengan menyosialisasikan para orang tua agar mengawal 1.000 hari kehidupan anak. Sejak hamil hingga lahir, bahkan sampai bayi berusia dua tahun. Artinya sejak kehamilan, sudah harus dijaga," ungkap dia.

Menurutnya, para ibu harus memperhatikan gizi anak. Karena selain disebabkan kemiskinan, stunting bisa timbul karena minimnya pengetahuan ibu terkait stunting. Sehingga para ibu tidak menjaga kondisi kehamilan dan kondisi anak.

"Sejak masih menyandang calon pengantin, harus mengetahui soal stunting ini. Karenanya kami lakukan sosialisasi di setiap kabupaten/kota terkait ini," ungkapnya.

Tak hanya itu, banyaknya jumlah stunting di Sumsel juga disebabkan karena pencatatan yang dilakukan petugas semakin aktif dan menyeluruh. Sehingga jumlah ditemukannya penderita stunting cukup banyak.

"Sebelumnya mungkin belum maksimal, namun sekarang pencatatan sudah dilakukan maksimal sehingga yang tercatat dan terdata semakin banyak juga," tandasnya.

Stunting adalah kondisi anak tidak tumbuh berkembang sesuai keadaan normal. Anak yang mengalami stunting tidak memiliki tinggi tubuh atau berat sesuai usianya.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GIZI KURANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 12-12-2018