BPOM Kepri Sita Ribuan Produk Kosmetik Ilegal

Anwar Sadat Guna - 13 November 2017 18:11 wib
Petugas BPOM Kepri merazia produk-produk kosmetik tanpa izin edar di Top 100 Jodoh Batuampar, Batam, Senin, 13 November 2017
Petugas BPOM Kepri merazia produk-produk kosmetik tanpa izin edar di Top 100 Jodoh Batuampar, Batam, Senin, 13 November 2017

Batam: Ribuan kosmetik ilegal disita Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepri. Berbagai produk kosmetik tanpa izin edar tersebut disita dari dua lokasi di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

"Total ada ribuan barang yang kami sita. Patut diduga ilegal karena produk-produk kosmetik yang disita tersebut tidak memiliki izin edar," ungkap Kepala BPOM Kepri Alexander kepada wartawan di Batam, Senin, 13 November 2017. 

Selama dua hari terakhir, yakni Minggu dan Senin, 12-13 November 2017, BPOM Kepri melakukan razia kosmetik ilegal. Lokasi yang disasar yakni Top 100 Jodoh dan pusat perbelanjaan Avava Jodoh, Batuampar, Kota Batam.


Petugas BPOM Kepri merazia produk kosmetik ilegal di salah satu stand kosmetik di Top 100 Jodoh Batam, Senin, 13 November 2017

Alexander menjelaskan, seluruh produk kosmetik yang disita berasal dari Tiongkok, Taiwan, Malaysia, Singapura, India, dan Thailand. Produk kosmetik yang paling banyak disita berasal dari Tiongkok dan Taiwan. 

"Kami belum dapat menyebutkan jumlah pastinya karena ribuan item produk kosmetik itu masih sedang dihitung. Kebanyakan yang disita adalah pemutih, alas bedak, bedak, hingga lipstik," jelasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya segera melayangkan panggilan kepada pemilik produk kosmetik yang disita, karena saat razia berlangsung, penjaga dan pemilik toko sudah lebih duku kabur saat mengetahui petugas BPOM akan melakukan razia. 

"Mereka langsung kabur duluan saat tim tiba di salah satu toko yang sedang diperiksa," ujarnya. Mardiyanto, Kepala Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikat, dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Kepri, menambahkan, seluruh barang bukti yang disita saat ini diamankan di gedung BPOM.

"Selain masuk kategori Produk Tanpa Izin Edar (PTIE), produk-produk kosmetik yang disita juga diduga mengandung bahan berbahaya, seperti merkuri," ungkap Mardiyanto. 

Pemilik kosmetik, kata Mardiyanto, melanggar Pasal 197 UU Kesehatan RI nomor 36 tahun 2009. "Sanksinya, pemilik konsumen akan kami panggil untuk selanjutnya diberikan pembinaan," pungkasnya. 


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KOSMETIK PALSU
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017