Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

55 Kasus Difteri Terjadi di Aceh

Antara - 02 Maret 2018 11:11 wib
ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Banda Aceh: Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh mencatat 55 kasus difteri terjadi selama periode Januari-Februari 2018. 55 kasus difteri tersebut tersebar di 13 dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Aceh Abdul Fatah mengatakan, dari puluhan kasus difteri tersebut dilaporkan tidak ada yang meninggal. Pasien-pasien difteri dirawat di sejumlah rumah sakit kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Fatah merinci, kasus difteri terbanyak terjadi di Kabupaten Pidie dengan 11 kasus. Kemudian, Kota Banda Aceh sembilan kasus, Kabupaten Aceh Besar delapan kasus, Kabupaten Aceh Jaya tujuh kasus, Kabupaten Aceh Utara lima kasus, dan Kabupaten Bireuen empat kasus.

Sedangkan Kabupaten Aceh Tengah dan Kota Lhokseumawe masing-masing tiga kasus. Serta Kabupaten Aceh Timur, Kota Sabang, Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Tamiang masing-masing satu kasus.

Jika bandingkan tahun sebelumnya, Abdul Fatah terjadi kenaikan drastis terhadap kasus difteri tersebut. Di mana sepanjang tahun 2017 terjadi 112 kasus difteri di Provinsi Aceh.

"Dan ini tentu mengkhawatirkan kita. Sebab, baru dua bulan saja sudah terjadi 55 kasus difteri atau hampir separuh dari total kasus tahun sebelumnya," kata Abdul Fatah mengungkapkan.

Dari hasil investigasi, 95 persen kasus difteri di Aceh terjadi karena pasien atau korban tidak pernah mendapat imunisasi. Selebihnya lima persen lagi, mendapat imunisasi, tetapi imunisasi yang diberikan tidak lengkap.

Abdul Fatah menjelaskan penyakit difteri ini sangat cepat menular melalui udara, seperti batuk, kena percik air liur maupun terkena sentuhan. Penyakit ini menyerang selaput lendir pada hidung, tenggorokkan disertai demam dan sesak nafas.

Oleh karena itu, kata dia, Dinas Kesehatan Aceh mengimbau orang tua memberikan imunisasi lengkap dan berkala kepada anak. Sebab, imunisasi merupakan upaya mencegah tertularnya virus difteri.

"Imunisasi ini untuk kekebalan tubuh dan diberikan secara berkala. Imunisasi tidak bisa diberikan ketika si anak terserang virus. Karena itu, berikan imunisasi secara lengkap dan berkala kepada anak," kata Abdul Fatah.

(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KLB DIFTERI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-06-2018