Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Polda Periksa Saksi Perusak Gereja di Ogan Ilir

Antara - 10 Maret 2018 17:03 wib
umah Ibadah (Kapel) Santo Zakaria di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir Sumatra Selatan dirusak orang tak dikenal pada Kamis (8/3) dini hari tadi.
umah Ibadah (Kapel) Santo Zakaria di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir Sumatra Selatan dirusak orang tak dikenal pada Kamis (8/3) dini hari tadi.

Palembang: Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mulai memperoleh petunjuk tersangka perusak Gereja Santo Zakaria di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir. 

"Petugas yang menyelidiki kasus tersebut telah memperoleh petunjuk siapa saja tersangka perusakan itu dengan bantuan anjing pelacak. Namun belum bisa ditetapkan sebagai tersangka karena masih dilakukan pemeriksaan intensif," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, di Palembang.

Menurut dia, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), anjing pelacak mengarah dan mendatangi dua rumah warga di kawasan permukiman sekitar kapel Santo Zakaria, Desa Mekar Sari.

Kedua warga yang diendus anjing pelacak terkait peristiwa perusakan rumah ibadah umat kristiani itu langsung diamankan dan diperiksa petugas.

"Dua orang warga itu statusnya saat ini masih sebagai saksi, jika diperoleh data dan bukti pendukung memperkuat dugaan yang bersangkutan terlibat dalam tindak kriminal itu, akan ditingkatkan statusnya sebagai tersangka," katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan laporan pihak pengurus rumah ibadah umat kristiani di Kabupaten Ogan Ilir itu, ada enam orang laki-laki yang tidak dikenal mendatangi tempat kejadian perkara mengendarai tiga unit sepeda motor.

Perusakan rumah ibadah itu terjadi pada Kamis 8 Maret sekitar pukul 00.30 WIB, dilaporkan ke Polsek Rantau Alai sekitar pukul 01.30 WIB dan Polsek melaporkan ke Polres Ogan Ilir pukul 05.40 WIB.

Kronologis kejadian, pelaku masuk ke gereja dengan cara memecah dinding pintu depan dengan palu dan melepaskan daun jendela.

Kemudian pelaku memecahkan kaca dengan batu kali, menumpukkan kursi plastik dan patung Bunda Maria di tengah ruangan dan membakarnya.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan terhadap beberapa orang yang saat ini diduga kuat melakukan perusakan kapel itu, masyarakat diimbau untuk tenang dan tidak memperkeruh suasana, kata Kapolda.
(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERUSAKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 23-06-2018