Paslon Pilgub Sumut Dilarang Beriklan Ramadan

Farida Noris - 15 Mei 2018 13:39 wib
Aulia Andri (kiri) didampingi Komisioner KPU Sumut Yulhasni (kanan).
Aulia Andri (kiri) didampingi Komisioner KPU Sumut Yulhasni (kanan).

Medan: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut mengingatkan pasangan calon (paslon) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara agar tidak memasang iklan atau advertorial yang dikaitkan dengan Ramadan.

"Ini sudah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2018," kata Anggota Bawaslu Sumut, Aulia Andri, Selasa, 15 Mei 2018.

Aulia mengatakan, para paslon tidak boleh membuat bentuk ucapan selamat menyambut Ramadan, ucapan selamat berbuka puasa dan ucapan selamat Idulfitri, serta ceramah maupun tausiah. 

"Larangan ini juga berlaku pada paslon di Pilkada kabupaten/kota dan partai politik pendukung paslon. Untuk partai pendukung, jika penayangan iklan Ramadan ini tidak berkaitan dengan keberadaan pasangan calon, tidak masalah," ucap Aulia. 

Aulia menganggap penayangan iklan itu sebagai bagian dari kampanye berbayar yang tetap berkaitan dengan kampanye. Jika terbukti melanggar aturan tersebut, sanksi yang dijatuhkan dapat berupa ancaman pidana dan diskualifikasi bagi paslon. 

"Paslon tetap boleh ceramah di masjid selama Ramadan asalkan tidak membawa embel-embel ajakan dukungan atau kampanye. Karena kampanye itu jelas-jelas dilarang di rumah ibadah. Jika menemukan hal-hal seperti itu, masyarakat silahkan lapor ke kami," bebernya.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-05-2018