Gubernur Bengkulu Nonaktif Divonis Delapan Tahun Penjara

Antara - 11 Januari 2018 18:54 wib
Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti dan istrinya Lily Martiani Madaari dinyatakan terbukti terlibat korupsi proyek jalan di dua kabupaten. Foto: Antara/David Muharmansyah
Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti dan istrinya Lily Martiani Madaari dinyatakan terbukti terlibat korupsi proyek jalan di dua kabupaten. Foto: Antara/David Muharmansyah

Bengkulu: Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu menjatuhkan vonis masing-masing delapan tahun penjara kepada Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti dan istrinya Lily Martiani Madaari. Keduanya dinyatakan terbukti terlibat korupsi proyek jalan di dua kabupaten.

"Kedua terdakwa juga dibebankan denda sebesar Rp400 juta atau hukuman pengganti selama dua bulan kurungan," kata Ketua majelis hakim Admiral membacakan vonis di Bengkulu, Kamis, 11 Januari 2018.

Ridwan Mukti beserta istrinya terbukti melanggar Pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Vonis terhadap keduanya lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang menuntut terdakwa dangan pidana kurungan selama 10 tahun.

(Baca: OTT Gubernur Bengkulu Terkait Proyek Jalan)

Tuntutan tersebut karena keduanya dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan telah menerima dan meminta uang senilai Rp1 miliar dari pihak kontraktor terkait proyek jalan di Bengkulu. Ridwan beserta istri dan Rico Dian Sari diduga menerima fee dari Jhoni Wijaya terkait proyek jalan di dua Kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Untuk mengamankan sidang gubernur nonaktif ini, aparat kepolisian bersenjata lengkap melakukan penjagaan ketat baik dalam ruangan sidang maupun di sekitar Pengadilan Tipikor Kota Bengkulu.

Usai sidang sempat terjadi perselisihan antara pengunjung sidang dengan aparat keamanan yang berjaga karena luapan emosi pengunjung sidang setelah mendengar amar putusan.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS SUAP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-04-2018