DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Perilaku LGBT Terbesar Ada di Sumbar

Yose Hendra - 13 Maret 2018 10:42 wib
ilustrasi Metrotvnews.com
ilustrasi Metrotvnews.com

Sumatera Barat: Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyatakan perilaku terbesar kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Indonesia ada di Sumatera Barat. Meski begitu, dia belum mendata lebih rinci jumlahnya.

"Saat ini kita bersama tim sedang mendata lebih detail, mudah-mudah akhir Maret ini selesai. Setelah itu baru kita petakan titik persoalan dan tindakan apa yang akan disepakati dalam menumpas LGBT di Sumatera Barat," kata Nasrul, saat membuka Seminar Nasional Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Pesisir Selatan (IMPPS) di UIN Imam Bonjol Padang, Minggu, 11 Maret 2018.

Ia prihatin dengan data ini. Apalagi 75 persen penyakit AIDS dan HIV berasal dari perbuatan seks menyimpang seperti LGBT dan narkoba.

Nasrul menuturkan, filosofi Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) jelas-jelas menyatakan perilaku LGBT tidak ada dalam budaya dan adat Minangkabau. Terlebih, LGBT dilarang semua agama dan tidak baik dari segi kesehatan.

Dia menyampaikan kondisi Sumbar saat ini sangat memprihatinkan. Untuk itu dia meminta agar mewaspadai perilaku aneh anak. Seperti anak perempuan sekamar bisa lesbian, anak laki-laki sekamar bisa gay, dan jika anak perempuan dan laki-laki sekamar belum menikah akan lebih gawat.

"Ibarat buah simalakama karena begitu dahsyatnya ancaman LGBT di Sumbar. Dan baru ketahui pula ketua perhimpunan LGBT Indonesia orang Minang. Dan ada data LGBT yang beroperasi di Padang sebanyak 100 orang dan 150 orang laki-laki berperilakua LGBT telah beristri," kata dia.

"Sedih dan pilu hati kita mengetahui ini betapa tatanan budaya minang nan elok ini dicoreng dengan perilaku generasi minang yang menyimpang," kata dia.

Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya akan segera menggelar rapat bersama Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Bundo Kanduang, tokoh pemuda, serta stakeholder lainnya.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KONTROVERSI LGBT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 16-12-2018