Pengungsi Rohingya Terkendala Dana Untuk Tinggalkan Myanmar

Budi Warsito - 06 September 2017 18:39 wib
Anak pengungsi muslim Rohingya Muhammad Anuar (kanan) bersama kakaknya Siti Noor Haslina bersiap berangkat ke sekolah di lokasi penampungan di Medan, Sumatera Utara. Antara/Irsan Mulyadi
Anak pengungsi muslim Rohingya Muhammad Anuar (kanan) bersama kakaknya Siti Noor Haslina bersiap berangkat ke sekolah di lokasi penampungan di Medan, Sumatera Utara. Antara/Irsan Mulyadi

Metrotvnews.com, Medan: Warga Rakhine State yang masih berada di Myanmar selalu berpindah tempat untuk menyelamatkan diri. Lebih dari 400 ribu warga Rakhine State ingin melarikan diri namun terkendala biaya.

"Tadi pagi kami telepon Abdulrahman yang berada di Nakondia, Kota Mundu, Rakhine State. Dia bilang 400 ribu lebih warga Rakhine State sudha berkumpul untuk pergi ke Bangladesh," papar salah satu pengungsi Rohingya, Muhammad Masud, saat ditemui di penampungan pengungsi di Hotel Beras Pati, Jalan Jamin Ginting, Medan, Rabu 6 September 2017 .

Kekurangan transportasi, tak memiliki biaya. Mereka yang tengah berkonflik dengan pemerintah Myanmar pun berharap bantuan dari dunia.

"Kami memohon untuk semua orang yang ada di dunia untuk selamatkan warga Rakhine State yang ada di laut itu," harapnya.

Tak hanya Masud, hal yang sama juga dikatakan oleh Zaituso. Pria yang berada di Indonesia sejak 2014 lalu ini mengatakan keluarganya hidup dalam kesusahan di Myanmar. Saat berkomunikasi dengan keluarga, hatinya miris.

"Kabar terakhir mereka disana susah. Mereka berpindah terus, kami berkomunikasi melalui telepon saja. Mereka pindah ke Bangladesh," tutur Zaituso.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KONFLIK MYANMAR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017