DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Sales Dibacok Orang tak Dikenal di Batam

Anwar Sadat Guna - 07 Maret 2018 18:42 wib
Meri,40, istri korban pembacokan saat menunggu di luar ruang operasi RS Budi Kemulaian, Kota Batam, Rabu, 7 Maret 2018.
Meri,40, istri korban pembacokan saat menunggu di luar ruang operasi RS Budi Kemulaian, Kota Batam, Rabu, 7 Maret 2018.

Batam: Mansur, 46, harus dibawa ke Rumah Sakit (RS) Budi Kemuliaan, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 7 Februari 2018. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sales ini dibacok tanpa sebab oleh Aldi di Bengkong Swadebi, Kota Batam, Provinsi Kepri, sekitar pukul 11.30 WIB. 

Mansur mengalami pendarahan di kepalanya. Warga Tanjunguma, Kota Batam, ini mengalami sekitar enam luka bacok di bagian belakang dan samping kepalanya. Tangan kiri dan kanannya juga terkena sabetan parang. 

Setelah kejadian, warga setempat membawa Mansur ke RS Budi Kemuliaan. Sementara pelaku langsung ditahan polisi.

Meri, 40, mengaku suaminya mendapat tindakan medis di ruang operasi. Meri mendapat kabar soal kejadian itu setelah suami menghubunginya melalui sambungan telepon.

Dalam kondisi penuh luka, Meri mengaku suaminya masih bisa menghubunginya melalui sambungan telepon. "Suami saya sempat sadar dan masih bisa berbicara sebelum dioperasi. Ia mengaku mendadak didatangi orang dari belakang dan langsung mengacungkan golok," ujarnya. 

Saat itu, kata Meri, suaminya datang ke salah satu kios di Bengkong Swadebi untuk mengantarkan barang. Ketika menyusun barang, tiba-tiba Aldi datang dari arah belakang dan membacok korban secara betubi-tubi. 

"Suami saya berusaha menghindar dan menangkis sabetan yang bertubi-tubi diarahkan ke kepalanya. Dalam kondisi terluka, suami saya lari keluar untuk menyelamatkan diri," tuturnya. 

Hingga akhirnya korban diselamatkan warga. "Masuk ruang operasinya sekitar pukul 13.00 WIB tadi. Semoga pelakunya ditangkap dan diberi hukuman setimpal," ujar Meri. 

Kapolsek Bengkong Iptu Erdinal mengatakan sudah menangkap pelaku. "Tim Buser langsung ke TKP begitu dapat informasi ada pembacokan di Bengkong Swadebi. Saat itu juga pelaku berhasil diamankan," ujarnya. 

Erdinal menduga pelaku mengalami gangguan jiwa dan depresi. Pelaku meracau di Mapolsek Bengkong. 

"Macam-macam yang disebutnya. Katanya, anaknya dibunuh oleh orang China. Ngomong juga bahwa dia orangnya Jokowi, pembela Islam dan lain-lain. Namanya juga orang agak kurang (terkena gangguan kejiwaan)," kata Erdinal. 

Aldi yang ditemui wartawan di Mapolsek Bengkong mengatakan, anaknya telah dibunuh oleh orang lain. Ia juga mengaku ingin memperjuangkan Islam. 

"Saya juga pernah jadi wartawan di Haluan Kepri. Saya ini memperjuangkan Islam dan saya ini dendam karena anak saya dibunuh di kamar waktu saya dilarikan ke Jakarta," kata Aldi.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KRIMINAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018