Menteri PUPR Jamin Jembatan Batang Kula Padang Besok Bisa Dilalui

Al Abrar - 14 Desember 2018 15:25 wib
Jembatan Batang Kula, jembatan ini menghubungkan jalan antar Padang-Bukittinggi.
Jembatan Batang Kula, jembatan ini menghubungkan jalan antar Padang-Bukittinggi.

Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menjamin Jembatan Batang Kula di Kecamatan 2x11, Padang Pariaman, Sumatera Barat, bisa dilalui secara fungsional pada Sabtu, 15 Desember 2018. 

Penegasan tersebut terkait dengan putusnya lalu lintas pada ruas jalan Padang - Bukit Tinggi akibat ambruknya Jembatan Batang Kula di Kecamatan 2x11, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin 10 Desember lalu.

Basuki menegaskan, meski hanya bisa dilalui satu jalur, namun kehadiran jembatan sementara sangat penting karena jalur utama angkutan logistik dan manusia antara Padang - Bukittinggi - Pekanbaru dapat dipulihkan kembali.  

"Jembatan sementara ditargetkan fungsional satu jalur pada Sabtu, 15 Desember 2018," kata Basuki di Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018. 

Rencananya lalu lintas dari Padang ke Bukit Tinggi akan melalui jembatan sementara. Untuk arah sebaliknya dilakukan pengalihan arus melalui jalur Sicincin - Melalak.

Tahap kedua, kata Basuki, setelah jembatan sementara selesai, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Ditjen Bina Marga akan membangun jembatan bailey disamping jembatan sementara yang akan dimulai Senin, 17 Desember 2018, dan ditargetkan selesai dalam waktu tujuh hari.  
Tahap ketiga,  jembatan bailey digunakan untuk kedua arah, lalu jembatan sementara akan dibongkar dan diganti dengan jembatan permanen.  
"Pembangunan jembatan permanen akan dimulai pada pertengahan Januari 2019 dan ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan," ujar Basuki. 

Basuki menyebutkan, akan menggunakan kontraktor lokal dan materialnya juga dari pabrik beton yang ada di Sumatera Barat. Biaya pembangunan jembatan diperkirakan sekitar Rp15 miliar. 

Meski hanya 30 meter namun menggunakan konstruksi "bore pile" sehingga butuh waktu enam bulan. Kekuatannya bisa mencapai 100 tahun. Kemudian, untuk mencegah terjadinya gerusan air pada struktur bawah jembatan.

Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V - Ditjen Sumber Daya Air secara paralel saat ini juga tengah mengerjakan bangunan pengarah arus Sungai Batang Kula.

"Pekerjaan sudah dilakukan dengan dana tanggap darurat dan akan dilanjutkan dengan anggaran 2019. Perkuatan tebing sungai dilakukan dengan menggunakan 'sheet pile' di kedua sisi jembatan dan ditargetkan rampung pada Februari 2019," kata Kepala BWS Sumatera V Maryadi Utama.  



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG JEMBATAN RUBUH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-01-2019