Dinkes Sumsel Dalami Kasus Siswa SD Meninggal setelah Dapat Vaksin

Alwi Alim - 14 November 2017 19:52 wib
Ilustrasi imunisasi, MI - Ramdani
Ilustrasi imunisasi, MI - Ramdani

Palembang: Dinas Kesehatan Sumatera Selatan prihatin dengan kejadian yang menimpa Jumiarni, Selasa 14 November 2017. Bocah berusia 8 tahun tersebut meninggal beberapa hari setelah mendapatkan imunisasi di sekolahnya.

Sekretaris Dinkes Sumsel, Alfaroby, mengatakan peristiwa itu baru kali pertama terjadi di Palembang. Alfaroby menjelaskan Jumiarni dan teman-teman sekolahnya tidak mendapatkan vaksin cacar.

"Itu bukan vaksin cacar, tapi tetanus," kata Alfaroby di Palembang.

Baca: Bocah SD Lumpuh usai Mendapatkan Imunisasi Cacar

Kegiatan itu merupakan program dari Dinkes Sumsel menggiatkan imunisasi. Program itu berlaku secara nasional untuk anak kelas 2 dan 3 SD.

Efek pemberian vaksin yaitu suhu badan menjadi panas. Namun, efeknya tak akan mengakibatkan kelumpuhan, apalagi meninggal.

"Lantaran itu, kami akan mencari tahu penyebab kejadian tersebut. Padahal anak-anak lain sehat dan baik," ujar Al Faroby.

Ia mengaku memang vaksin tetanus ini memiliki dampak seperti panas setelah disuntik. Namun, tidak sampai menyebabkan kelumpuhan bahkan meninggal dunia. Karena itu pihaknya masih mencari tahu penyebab kasus ini.

"Kami masih mencari tahu kenapa bisa sampai begitu. Padahal anak lainnya sehat dan baik saja," terangnya.

Laporan dari puskesmas, tim medis sudah mengobati Jumiarni. Tim medis juga merujuk Jumiarni ke RS Muhammadiyah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dinkes Sumsel juga masih menunggu arahan dari pusat untuk menyelidiki kejadian tersebut.



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN ANAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 25-11-2017