DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.459.578.391 (16 AGUSTUS 2018)

Kurir Sabu Jaringan Internasional Ditangkap

Anwar Sadat Guna - 02 Mei 2018 12:54 wib
Kapolda Riau (dua dari kiri) Irjen Pol Nandang menunjukkan barang bukti sabu dan ekstasi saat ekspose di Mapolda Riau, Rabu, 2 Mei 2018. (Medcom.id/Anwar Sadat Guna)
Kapolda Riau (dua dari kiri) Irjen Pol Nandang menunjukkan barang bukti sabu dan ekstasi saat ekspose di Mapolda Riau, Rabu, 2 Mei 2018. (Medcom.id/Anwar Sadat Guna)

Pekanbaru: Polisi menangkap tiga kurir narkoba internasional, yakni AN, 27; DP, 25; dan JU, 25, di Riau. Ketiganya ditangkap beserta barang bukti 55 kilogram sabu dan 46.718 pil ekstasi. 

Kapolda Riau Inspektur Jenderal Nandang mengungkapkan tangkapan kali ini adalah yang terbesar. Dia mengungkap sebelumnya Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Riau mengungkap 45 kilogram sabu dan 18 kilogram sabu yang diungkap Polres Dumai, Riau, pada 25 April 2018. 

"Ini pengungkapan terbesar Polda Riau dan terbesar untuk tingkat Polsek di Tanah Air. Awal kasus narkoba ini diungkap oleh Polsek Bengkalis Kota bersama Polres Bengkalis, Provinsi Riau," kata Nandang di Mapolda Riau, Rabu, 2 Mei 2018. 

Nandang mengatakan ketiga pelaku adalah warga Kabupaten Bengkalis yang berperan menjemput barang haram dari kurir asal Malaysia. Kemudian, narkoba itu diteruskan ke pemesan. Namun, ketiganya sudah lebih dulu ditangkap.

"Pemilik atau pemesan sabu dan pil ekstasi tersebut sampai saat ini DPO.  Mereka adalah RO, FI, dan JF," terangnya. 

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Haryono, menambahkan para tersangka akan mengantar sabu dan pil ekstasi ke Pekanbaru dan Palembang. Tersangka AN, sudah dua kali mengantar narkoba ke Palembang. 

"Ini yang ketiga kalinya dia (AN) akan mengantar narkoba ke Palembang. Untuk ke Pekanbaru, ini yang kedua kalinya dan berhasil kita gagalkan," ungkap Haryono. 

Haryono menerangkan ketiga tersangka mendapat upah Rp10 juta sekali pengantaran. Nilai jual 55 kilogram sabu yakni Rp55 miliar, sedangkan 46.718 pil ekstasi senilai Rp14 miliar. 

"Dengan jumlah tersebut, kita berhasil mencegah pengguna sabu sebanyak 275 ribu orang," jelasnnya. 

Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Ahmadi menuturkan pengungkapan kasus narkotika itu berawal saat anggota Polsek Bengkalis  mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Pelabuhan Roro Bengkalis ada warga diduga akan membawa sabu tujuan Pekanbaru. Kemudian, Kapolsek Kota Bengkalis AKP Maitertika beserta anggota menuju Pelabuhan Roro. 

"Di lokasi, tim menangkap tersangka DP dan JU di atas mobil travel. Saat digeledah, polisi menemukan 25 bungkus (teh Tiongkok) berisi sabu di dalam tas koper dan tas ransel," tuturnya. 

Sedangkan empat paket lainnya berisi 20.800 pil ekstasi di simpan di dalam kotak blender. Polisi kemudian mengembangkan kasus dan meringkus AS di Jalan Imam Bulqim, Bengkalis. 

"Tersangka AS mengaku jika barang bukti lain ada di rumah pelaku RO (DPO). Dia lalu menunjukkan rumah RO di Desa Jangkang, Kabupaten Bengkalis. Saat digeladah, ditemukan barang bukti 30 bungkus (teh China) berisi sabu seberat 30 kilogram dan lima paket lain berisi 25.918 butir ekstasi," jelasnya.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NARKOBA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 17-08-2018