Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

15 Kecamatan di Bandar Lampung Rawan Longsor

Antara - 02 Maret 2018 11:59 wib
ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Bandar Lampung: sebanyak 15 kecamatan di Kota Bandar Lampung rawan longsor. Hal itu berdasarkan hasil kajian risiko yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Dari hasil kajian yang dilakukan oleh BPBD ada 15 kecamatan di Bandarlampung yang rawan longsor," kata Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandarlampung, Rizki di Bandarlampung, Jumat.

Dia mengatakan, tanah longsor pada umumnya terjadi di daerah yang tidak stabil, faktor pemicu terjadinya peristiwa ini adalah lereng yang gundul serta kondisi tanah dan berbatu.

Air hujan adalah pemicu utama yang menyebabkan peristiwa longsor, selain itu ulah manusia juga penyebab utama bencana ini seperti penambangan tanah, pasir dan batu yang tidak teratur.

"Parameter yang dilihat untuk menghitung indeks bahaya tanah longsor adalah lereng di atas 15 persen, arah lereng, tipe batuan, tipe tanah, kedalaman tanah dan curah hujan di wilayah itu," kata dia.

Dari beberapa standar parameter tersebut ke luar sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami longsor.

Ia merinci ada 15 kecamatan yang rawan yakni Telukbetung Barat, Telukbetung Timur, Telukbetung Selatan, Bumiwaras, Panjang, Kedamaian, Telukbetung Utara, Tenjungkarang Pusat, Enggal, Tanjungkarang Barat, Kemiling, Langkapura, Kedaton, Rajabasa dan Sukabumi.

"Hasil dari pendataan tersebut telah menghasilkan kelas bahaya, untuk 15 kecamatan masih dalam kategori sedang," kata dia.

Ia mengharapkan, untuk menjaga bencana ini tidak terjadi perlu peran serta masyarakat untuk menjaga lingkungannya dan juga harus tanggap bencana.

BPBD telah melakukan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik secara fisik struktural melalui pembuatan bangunan-bangunan fisik, maupun non fisik-struktural melalui penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana salah satunya membentuk desa tanggap bencana (destana) khususnya di dua kelurahan yang rawan bencana.

"Kami telah membentuk dua kelurahan destana yakni Kelurahan Kota Karang dan Kota Karang Raya," kata dia.

Ia mengatakan, dua kelurahan ini sebagai percontohan wilayah yang telah menjadi destana, untuk yang lainnya menyusul.

"Di setiap kelurahan pun ada relawannya, untuk relawan ada di seluruh wilayah Bandarlampung yang berjumlah 30 orang per relawan," katanya.

Relawan ini bertindak sebagai tim respons cepat (TRC) jika BPBD belum datang, tapi pihaknya juga tetap bekeliling kota melakukan patroli di daerah yang dianggap rawan banjir, terutama pada saat hujan. Tanggul sungai pun tiap harinnya selalu dipantau, antisipasi kejadian yang serupa beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, tim BPBD pun berkeliling di sejumlah kecamatan maupun kelurahan, sistem kerjanya pada saat melihat lokasi yang banyak tergenang air dan diperkirakan akan banjir langsung berkoordinasi dengan tim di pos penjagaan yang berada di lokasi tersebut terutama di kecamatan.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG LONGSOR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-06-2018