DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Letak Geografis Jadikan Batam Lokasi Transit Narkoba

Anwar Sadat Guna - 07 Maret 2018 16:15 wib
Petugas kepolisian menunjukkan tersangka dan barang bukti saat rilis pengungkapan penyelundupan narkotika jenis sabu dari Tiongkok di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Jakarta. (Foto: MI/Pius Erlangga)
Petugas kepolisian menunjukkan tersangka dan barang bukti saat rilis pengungkapan penyelundupan narkotika jenis sabu dari Tiongkok di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Jakarta. (Foto: MI/Pius Erlangga)

Batam: Keberadaan dua pulau di Kepri yang ditengarai menjadi gudang penyimpanan narkoba memantik perhatian BNNP Kepulauan Riau (Kepri). Letak geografis Kepri menjadi pulau-pulau tak berpenghuni jadi target sindikat menyembunyikan narkoba. 

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri Richard Nainggolan mengaku baru mengetahui informasi bahwa dua pulau di Kepri, Pulau Babi dan Pulau Rupat, menjadi lokasi penyimpanan narkoba. 

"Kalau itu (Pulau Babi dan Pulau Rupat) kami baru dapat infonya. BNN mungkin sudah punya data soal kedua pulau yang dijadikan lokasi penyimpanan narkoba," kata Richard kepada Medcom.id, Rabu, 7 Februari 2018. 

Baca: Pulau tak Berpenghuni Dijadikan 'Gudang' Penyimpanan Narkoba

Richard mengatakan, letak geografis Kepri yang merupakan wilayah kepulauan dan berhadapan langsung dengan beberapa negara, Singapura dan Malaysia, tak dapat dipungkiri Batam menjadi salah satu jalur masuknya narkoba. 

Terlebih lagi, kata dia, Kepri memiliki banyak pulau, baik pulau besar dan pulau kecil. Tidak seluruh pulau-pulau tersebut berpenghuni. 

"Tak heran jika sindikat narkoba internasional ada yang membidik atau memanfaatkan pulau-pulau di Kepri menjadi lokasi transit dan tempat menyimpan narkoba," ujarnya. 

Richard mengaku, pihaknya sudah mendapatkan sejumlah informasi dari masyarakat terkait jalur masuknya narkoba di Kepri. Mulai dari transaksi di sekitar selat Malaka atau Out Port Limit (OPL) hingga jalur masuk ke Batam dan wilayah di sekitarnya. Richard enggan menyebutkan lebih detail jalur tersebut karena menjadi bahan pengembangan dan penyelidikan BNNP bersama Polri, Bea Cukai, dan TNI.

Baca: Kewenangan BNN Menyadap tak Butuh Izin Pengadilan

Banyaknya kasus yang terungkap dalam setahun terakhir, sambung Richard, menjadi bukti bahwa Kepri menjadi salah satu target peredaran narkoba, terutama jenis sabu. 

"Pemusnahan barang bukti sabu seberat 7 kilogram lebih dan 40 ribu butir ekstasi baru-baru ini juga menjadi bukti bahwa Batam menjadi salah satu pasar dan lokasi transit untuk membawa narkoba ke sejumlah wilayah di Tanah Air," ungkapnya. 

Bukti lainnya, tambah Richard, upaya pengiriman narkoba dari Bandara Hang Nadim masih saja terjadi. Seorang penumpang, Sadam Balqiah, 20, ditangkap otoritas bandara saat menbawa 1 kg sabu di tas ranselnya. 

"Dibutuhkan sinergi dan koordinasi yang semakin intens antar lembaga untuk memerangi narkoba. Dan kami telah melakukan itu bersama Polri, Bea Cukai, dan TNI. Perang melawan narkoba harus menjadi tugas dan tanggungjawab bersama," pungkasnya. 

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga menambahkan, koordinasi antarlembaga seperti dengan Bea Cukai, BNNP Kepri terus ditingkatkan untuk menutup ruang sindikat narkoba masuk ke Kepri. 

Operasi di laut, kata Erangga, akan makin diintensifkan terutama mendeteksi jalur maupun kapal-kapal ikan asing yang masuk ke perairan Kepri.

"Letak geografis kita yang terdiri dari pulau-pulau memungkinkan bagi para sindikat membawa masuk narkiba ke Kepri. Dengan operasi yang rutin menimal kita mampu menangkap dan menghalau kapal-kapal tersebut masuk ke Kepri," ujarnya. 




(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NARKOBA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018