Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Ribuan Obat Palsu Beredar di Apotek di Sumut

Farida Noris - 14 Maret 2018 20:03 wib
BBPOM merilis tersangka dan barang bukti, Rabu, 14 Maret 2018.
BBPOM merilis tersangka dan barang bukti, Rabu, 14 Maret 2018.

Medan: Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) dan Polda Sumut mengungkap peredaran obat palsu yang ditemukan di sejumlah apotek di Sumut. Tim juga menangkap satu tersangka yang mengedarkan obat palsu itu. 

"BBPOM bersama kepolisian menangkap satu orang pengedarnya berinisial JMS di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang," kata Kepala BBPOM di Medan, Yulius Sacramento Tarigan, Rabu, 14 Maret 2018.

Sacramento menyebutkan tim gabungan menemukan sejumlah obat seperti Chloramphenicol (anti biotik) sebanyak 1.000 kapsul, Nizoral (obat jamur) 90 tablet, dan Imodium (obat diare) 200 tablet dari jok sepeda motor tersangka.

Mendapati banyaknya barang bukti, tim melakukan pengembangan. Ternyata obat palsu itu sudah dijual tersangka ke sejumlah apotek. Di apotek SH di Deli Serdang ditemukan Mycroginon (pil KB) sebanyak 2.100 tablet serta 1.845 kapsul Chloramphenicol.

"Lalu di apotek RS yang juga berada di Deli Serdang, tim juga telah menyita sebanyak 1.748 kapsul Chloramphenicol. Selanjutnya di apotek DR di Kabupaten Simalungun juga ditemukan sebanyak 500 kapsul Chloramphenicol," urainya.

Menurut Sacramento, pergerakan JMS sudah terendus sekitar 6 bulan lalu. Tapi baru sekitar 3 bulan lalu, BBPOM menemukan jejaknya di sejumlah apotek.

"Kemudian dari situ kita proses, sehingga kita berhasil menangkap pelaku dan barang buktinya. Pelaku tertangkap tangan oleh kita," pungkasnya.

Obat-obat ilegal ini, kata Sacramento, jika dikonsumsi dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Bahan kimia yang terkandung dalam obat palsu ini tidak bisa dipertanggungjawabkan sehingga dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan lever.

Sacramento menduga obat palsu ini masih beredar di sejumlah apotek. Karena itu, BBPOM akan menyapu bersih peredaran obat palsu di Sumut. Jika ada ditemukan, ia berjanji akan langsung mengambil tindakan tegas.

"Saya kira ada obat palsu ini masih ada yang beredar. Makanya kita lakukan intensifikasi seperti ini," tegasnya.

Saat ini, tutur Sacramento, tersangka JMS masih dalam tahap pemeriksaan guna dilakukan pengembangan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan UU Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Kini ada tiga pihak lain yang masih di dalami untuk mencari tahu di mana sumber obat palsu ini berada. Karena, jika ada pihak yang menerima pasti ada pihak yang menjual obat tersebut. Kemungkinan besar keberadaannya tidak jauh dari lokasi obat beredar," pungkasnya. 



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OBAT PALSU
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018