Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

Penahanan Dosen Tersangka Ujaran Kebencian Ditangguhkan

Farida Noris - 08 Juni 2018 18:14 wib
Dosen USU (baju merah) saat ditangkap Polda Sumut
Dosen USU (baju merah) saat ditangkap Polda Sumut

Medan: Polda Sumut akhirnya menangguhkan penahanan Himma Dewiana Lubis, Dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara (USU). Wanita itu ditangkap pada 19 Mei 2018, usai memposting tulisan di media sosial yang menyebutkan kalau tiga ledakan bom gereja di Kota Surabaya hanyalah pengalihan isu.

"Penahanannya ditangguhkan sejak Kamis, 7 Juni," kata Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut MP Nainggolan, Jumat 8 Juni 2018.

Nainggolan menyebutkan penangguhan penahanan dikabulkan setelah dilakukan gelar perkara yang dihadiri semua peserta gelar.

"Semua peserta gelar berpendapat bahwa penangguhan boleh diberikan karena sakit. Sampai hari ini ia masih dirawat di RS Bhayangkara Medan," jelasnya.

Baca: Sebut Bom Surabaya Pengalihan Isu, Dosen USU Ditangkap

Kemudian, pertimbangan lainnya, lanjut Nainggolan, Himma memiliki anak yang masih kecil. Tak hanya itu, karena Himma merupakan dosen USU, maka penyidik meyakini Himma tak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. 

"Prosedur dipenuhi baru polisi berani memberikan penangguhan. Jaminan kayaknya tidak berbentuk uang," urainya.

Menurut Nainggolan, yang mengajukan penangguhan penahanan merupakan keluarga dari Himma. Nainggolan membantah bila penangguhan penahanan itu dikabulkan lantaran ada permintaan dari Rektor USU Runtung Sitepu.

"Dari pihak keluarga. Ini keluarganya menjamin. Tidak ada urusan rektor di situ. Ini jaminan keluarganya, kenapa itu yang dikait-kaitkan," ungkap Nainggolan dengan nada tinggi.

Baca: Sebut Bom Surabaya Pengalihan Isu, Himma Dinonaktifkan Dari Dosen USU

Meski penangguhan penahanannya dikabulkan, namun kasus itu tetap akan diproses. Saat ini penyidik Polda Sumut tengah merampungkan pemberkasan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Ada jangka waktunya. Kasusnya masih berjalan. Kami percepat ini berkasnya supaya langsung dikirim ke JPU. Jadi jangka waktunya berkas itu yang menentukan," paparnya.

Seperti diketahui, tersangka Himma Dewiana Lubis ditangkap dari kediamannya di Jalan Melinjo II Kompleks Johor Permai, Medan Johor pada 19 Mei 2018 lantaran memposting tulisan di media sosial yang menyebutkan kalau tiga ledakan bom gereja di Kota Surabaya hanyalah pengalihan isu.

Pasca serangan bom bunuh diri pada Minggu 13 Mei 2018 di Surabaya, Himma memosting dua tulisan yang bernada pelanggaran tindak pidana ujaran kebencian. Pada salah satu postingannya Himma menyebutkan kalau tiga ledakan bom gereja di Kota Surabaya hanyalah pengalihan isu. 

Skenario pengalihan yang sempurna. #2019GantiPresiden," tulis Himma Dewiyana di akun Facebook miliknya. Setelah postingannya viral, Himma pun langsung menutup akun Facebooknya. Namun, postingannya terlanjur discreenshoot netizen dan dibagikan ke media daring.

Himma lantas ditahan pada 19 Mei 2018 dan dijerat sebagaimana dalam Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Selanjutnya, wanita ini dinonaktifkan sebagai dosen USU. Belakangan, Rektor USU Runtung mengaku pihaknya telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap dosen Ilmu Perpustakaan USU tersebut dengan menyampaikannya langsung kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw, beberapa hari lalu.



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 19-06-2018