Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.606.841.593 (13 JULI 2018)

BNPT Bakal Bangun Tempat Deradikalisasi Eks Teroris di Jateng

Farida Noris - 11 Juli 2018 17:34 wib
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius dengan Presiden BKA Jerman, Michael Kretschmer. (Foto: Farida N)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius dengan Presiden BKA Jerman, Michael Kretschmer. (Foto: Farida N)

Medan: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berencana membangun lokasi deradikalisasi eks teroris dan anak-anak dari eks teroris di Jawa Tengah. Lokasi deradikaliasi juga akan menjadi contoh banyak negara.

"Nanti akan kita bangun di Jateng. Sehingga kita punya beberapa tempat dan contoh bagi dunia," ujar Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, saat menerima kunjungan Presiden BKA Jerman Michael Kretschmer di Pondok Pesantren Al Hidayah, Rabu 11 Juli 2018.

Indonesia telah memiliki dua tempat penanganan eks teroris dan anak-anak dari orang tua eks teroris yakni di Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Pondok pesantren itu dibangun mantan napi teroris Khairul Ghazali. Kedua adalah Yayasan Lingkar Perdamaian, dengan Islamic Boarding School-nya di Lamongan, Jawa Timur, bentukan kakak beradik mantan teroris Ali Imron dan Ali Fauzi.

"Dua tempat ini menjadi ikon dunia bagaimana kita cari titik balik supaya mereka diterima masyarakat dan kita beri kesempatan ke dua. Kalau kita tanya ke anak-anak ini, mereka ada yang bercita-cita ingin jadi polisi sudah mau bergabung dengan masyarakat," ucapnya.

Langkah yang dilakukan BNPT, kata Suhardi, diapresiasi oleh seluruh dunia. Bahkan banyak negara yang ingin belajar ilmu dalam menangani mantan teroris ini ke Indonesia. Salah satunya Jerman.

"Kepada Pemerintah Jerman, saya sampaikan kita punya dua tempat, yakni di Sei Mencirim dan Lamongan. Jadi saya undang, dan saat inilah terealisasi. Bahkan Menteri Luar Negeri Belanda juga datang ke Lamongan beberapa waktu lalu. Nanti tanggal 30 Juli dari Jepang ingin datang ke Lamongan," paparnya.

Sementara itu, Presiden BKA Jerman, Michael Kretschmer, mengatakan telah mendapat ilmu untuk mengatasi teroris bukan hanya menanggulangi. Tapi mereka masih mengantisipasi lebih dulu.

"Teroris itu ada di semua negara termasuk di Jerman. Jadi dibutuhkan program pencegahan seperti yang dilakukan BNPT. Ini sebagai studi banding bagaimana mencegah seseorang menjadi teroris ataupun kembali menjadi teroris," urainya.

Pondok pesantren ini, kata Michael, menjadi tempat berharga untuk membangun pencegahan bagi teroris. Tempat ini akan memberikan masa depan lebih baik bagi anak-anak keluarga eks teroris, supaya tidak melakukan kejahatan seperti yang dilakukan orangtuanya.

"Saya sangat menghargai sekali tempat ini dan ingin melakukan apa yang dilakukan Ustad Khairul Ghazal dan BNPT. Ini sangat berguna untuk dicontoh pemerintah lain untuk membangun masa depan anak-anak eks teroris," paparnya.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 16-07-2018