Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.606.841.593 (13 JULI 2018)

Lawan Kampanye Hitam Sawit, Pemerintah Siap Boikot Produk Eropa

Farida Noris - 05 Juli 2018 18:37 wib
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita dalam acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Medan International Convention Center, Medan, Kamis 5 Juli 2018. Farida
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita dalam acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Medan International Convention Center, Medan, Kamis 5 Juli 2018. Farida

Medan: Pemerintah Indonesia terus berupaya melawan kampanye hitam produk sawit oleh parlemen Uni Eropa. Sejumlah langkah telah ditempuh untuk bisa menangkal upaya dan menekan konsumsi minyak sawit oleh Uni Eropa.

"Selain malalui jalur diplomatik, kita juga akan lawan dengan cara memboikot produk Eropa," kata Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita dalam acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Medan International Convention Center, Medan, Kamis, 5 Juli 2018.

Enggartiasto Lukita mencontohkan beberapa waktu lalu parlemen Norwegia menolak produk sawit Indonesia. Namun, pemerintah langsung mengambil tindakan mengancam pemberhentian impor ikan salmon dari negara itu. 

"Akhirnya, duta besar mereka bertemu saya dan sekarang produk sawit kita masuk lagi ke sana. Langkah ini bisa jadi akan ditempuh pemerintah untuk melawan kampanye hitam produk sawit oleh Uni Eropa. Kita pasti akan melawan," tegasnya.

Dia menyebutkan salah satu alasan utama parlemen Uni Eropa menolak produk sawit Indonesia karena deforestasi atau penghilangan hutan alam. Jika itu alasannya, apa bedanya dengan minyak nabati lain seperti bunga matahari, rapeseed, dan yang lain.

"Beberapa waktu lalu, Parlemen Eropa menyetujui penghapusan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sebagai salah satu bahan dasar biofuel (energi terbarukan). Alasannya, minyak sawit menjadi salah satu proses deforestasi, merusak lingkungan, dan membuat iklim tidak seimbang," terangnya.

Sejumlah langkah telah ditempuh untuk menangkal upaya menekan konsumsi minyak sawit oleh Uni Eropa. Hasilnya, semula Parlemen Uni Eropa akan memberlakukan Undang-Undang Pelarangan Konsumsi Energi Eropa tersebut pada 2021. 

"Tapi sekarang ditunda hingga 2030. Tapi kita tidak menerima begitu saja. Saat ini, Indonesia dan Malaysia juga telah merapatkan barisan untuk sama-sama melawan upaya kampanye hitam produk sawit oleh Uni Eropa. Indonesia dan Malaysia merupakan produsen sawit terbesar dunia," bebernya.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MINYAK SAWIT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 16-07-2018