Mencontoh Semangat Payakumbuh Menjadi Kota Sehat

Muhammad Al Hasan - 09 Mei 2018 09:17 wib
Pengelolaan sampah menjadi kompos di Pasar Ibuh Payakumbuh, Sumbar. Medcom.id/Muhammad Al Hasan
Pengelolaan sampah menjadi kompos di Pasar Ibuh Payakumbuh, Sumbar. Medcom.id/Muhammad Al Hasan

Payakumbuh: Kementerian Kesehatan angkat topi dengan semangat Payakumbuh, Sumatera Barat, menjadi kota sehat. Wilayah ini telah menyabet lima kali berturut-turut penghargaan Swastisaba Wistara Kemenkes RI.

Direktur Jenderal Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, Imran Agus Nurali mengatakan, ada sejumlah inovasi di bidang kesehatan yang patut ditiru dari Payakumbuh. Misalnya, sekolah kader kesehatan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Koto Nan IV.

"Saya tahu sekolah ini mendapat juara sekolah sehat tahun lalu, baru kali ini saya lihat ke sini," kata Agus di MTSN 2 Payakumbuh, Selasa, 8 Mei 2018.

Sekolah itu mendidik siswa berperilaku hidup bersih dan sehat di bawah bimbingan puskesmas juga dinas kesehatan dan dinas pendidikan setempat. Selain itu, dibuatkan pula situasi lingkungan belajar yang menjadikan agama dan nilai kesehatan diterapkan secara benar.

"Siswa dilatih hidup sehat dari mulai kantin hingga kelas. Ada kantin sehat yang menyajikan makanan bersertifikasi dinas kesehatan setempat juga ada fasilitas UKS dan juga dokter sekolah," ujarnya

Payakumbuh juga memiliki kelompok wanita tani (KWT) yang dinamai Sumber Rezeki di Kelurahan Koto Tangah, Payakumbuh. Kelompok ini dinilai sukses mengkolaborasikan hasil tani sebagai sarana ketahanan keluarga.

"Presiden kemarin di Sukabumi bilang harus ada kegiatan pangan dari lokal, di mana sayur di sini diolah sendiri oleh ibu kader menjadi ketahanan pangan dan gizi untuk balita dan bayi yang ke posyandu," ujarnya.

Payakumbuh juga memiliki sarana pelatihan pengobatan tradisional dari dan untuk masyarakat yang dinamai Asman Rosella. Wadah ini melatih masyarakat pijat akupresur dari Puskesmas dan juga pemanfaatan pekarangan untuk tanaman obat keluarga (Toga).

"Kelompok Asman Rosella Payakumbuh ini juga berprestasi dengan meraih juara dua lomba Toga dan akupresur tingkat nasional dari Kemenkes RI," ucapnya.

Terakhir, ada manajemen pengelolaan sampah pasar terpadu. Lewat program ini, para pedagang dilatih, disosialisasikan, dan diberikan fasilitas yang menunjang pengolahan sampah organik pasar menjadi kompos. Manajemen pengelolaan sampah pasar di Pasar Ibuh Payakumbuh ini disebut mampu mengurangi sepertiga dari total pembuangan sampah pasar ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Hasil dari penjualan kompos pengelolaan sampah pasar diberikan sebagai penghasilan pekerjanya," ujarnya.

Atas sederet prestasi di bidang kesehatan inilah, Kemenkes RI memilih Payakumbuh sebagai lokasi kunjungan kerjanya. Kemenkes berharap Payakumbuh bisa jadi acuan bagi kota lain dalam menciptakan kabupaten atau kota sehat.


(AGA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-05-2018