Puluhan Siswa Muhammadiyah Kecam Genosida di Rakhine

Alwi Alim - 07 September 2017 16:28 wib
Keluarga besar Muhammadiyah saat melakukan aksi demo di DPRD Sumsel -- MTVN/Alwi Alim
Keluarga besar Muhammadiyah saat melakukan aksi demo di DPRD Sumsel -- MTVN/Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Aksi genosida di Rakhine State, Myanmar, dikecam banyak pihak. Puluhan siswa SMK Muhammadiyah 3 Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, turun ke jalan untuk menyuarakan keprihatinan kepada Muslim Rohingya di Rakhine State.

"Saya dan beberapa teman sengaja ikut serta dalam demo ini bersama keluarga Muhammadiyah," kata Lidia, 15, di depan Gedung DPRD Sumsel, Kamis 7 September 2017.

Menurut Lidia, genosida di Rakhine State sudah melanggar hak asasi manusia. Karena itulah, ia dan teman-temannya tergerak ikut membela kaum Rohingya.

"Aksi ini juga diikuti siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Plaju, SMP Muhammadiyah 7 Plaju, dan keluarga besar Muhammadiyah lainnya," ujar siswi yang masih duduk kelas 12 ini.

(Baca: Datangi Kemenlu, Mahasiswa Muhammadiyah Nyatakan Sikap soal Rohingya)

Hasan Pratama Putra, koordinator aksi, mengatakan, unjuk rasa yang dilakukan Ikatan Muhammadiyah Sumsel ini untuk menyampikan dukungan pada pemerintah Indonesia membantu rakyat Rokhine State. "Genosida yang terjadi di Myanmar ini yang paling parah, karena itu harus dihentikan," katanya.

Selain menggelar aksi, lanjut HAsan, pihaknya juga menggalang dana. "Kami pun mendesak pemerintah Indonesia berupaya merekomendasikan agar Myanmar dikeluarkan dari keanggotaan PBB," pungkasnya.

Perlu diketahui, pemerintah tidak tinggal diam dengan konflik yang terjadi di Myanmar. Presiden Joko Widodo telah mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait.

Menlu Retno telah bertemu pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan menyampaikan usulan dengan formula 4+1. Empat pertama mengenai perdamaian dan keamanan, kedua perlindungan maksimum, menahan diri dan tanpa kekerasan, ketiga perlindungan tanpa memandang etnis dan agama, serta akses penyaluran bantuan kemanusiaan.

Satu lainnya adalah implementasi laporan Kofi Annan, Ketua Komisi Penasihat Negara Bagian Rakhine yang ditunjuk Pemerintah Myanmar sendiri. Menurut Retno, Suu Kyi menanggapi positif usulan dengan formula 4+1 yang disampaikan Indonesia.

Dari Myanmar, Menlu Retno bertemu PM dan Menlu Bangladesh untuk membicarakan masalah bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya.

 


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ROHINGYA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 24-11-2017