DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

EA Rilis The Sims Mobile di Android dan iOS

Lufthi Anggraeni - 14 Maret 2018 07:57 wib
Electronics Arts resmi merilis game The Sims Mobile versi Android dan iOS secara global.
Electronics Arts resmi merilis game The Sims Mobile versi Android dan iOS secara global.

Jakarta: Tahun lalu, Electronics Arts (EA) mengumumkan akan meluncurkan game mobile The Sims terbaru, namun tidak menyediakan perkiraakn waktu. Kini pengguna dapat mengunduh The Sims Mobile di perangkat Android dan iOS secara gratis.

Sayangnya, game ini dipenuhi dengan berbagai hal yang harus dibeli di dalam aplikasi, berkisar dari USD2,99 (Rp41 ribu) hingga USD99,99 (Rp1,3 juta) per item.

Menerima umpan balik positif saat diperkenalkan pada tahun 2017 lalu, pengguna disebut tetap harus waspada terkait dengan aspek pembelian dalam aplikasi.

Di sisi lain, EA menawarkan pemain baru tiga item dalam game secara gratis untuk merayakan peluncuran global game tersebut. Sementara itu, pemain game ini versi sebelumnya mungkin akan menemukan sejumlah kesamaan yang tidak asing.

The Sims Mobile memungkinkan pemain untuk menciptakan dan mengubah karakter Sims, serta membentuk gaya hidup mereka, termasuk karir dan hobi. Pemain juga akan dapat memainkannya bersamaan dengan pemain lain dengan menghelat dan menghadiri pesta.

EA juga menyelenggarakan event harian yang dapat dihadiri pemain seperti Speed Dating in the Park, atau Market Square Music Festival.

Sementara itu, serial fiksi ilmiah Westworld bakal punya game mobile, dan akan dikembangkan langsung oleh Warner Bros.

Sebelumnya, menanggapai maraknya kasus penembakan di sekolah yang dianggap berasal dari video game, beberapa waktu lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan beberapa penerbit game terkemuka di AS, menimbulkan asumsi negatif terhadap video game.

Namun, menurut penelitian yang dirilis salah satu psikolog yang juga profesor asal Villanova University bernama Patrick Markey pada tahun 2014, tidak ada bukti kuat bahwa pelaku penambakan di sekolah merupakan gamer aktif. Hasil penelitiannya justru menunjukkan bahwa video game lebih banyak berkontribusi terhadap menurunnya tingkat kejahatan kekerasan.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GAMES
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GAME
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 26-09-2018