DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Strategi Red Hat untuk Asia Pasifik

Mohammad Mamduh - 12 Juli 2018 10:19 wib
Stronger Together, tema Red Hat Partner Conference 2018
Stronger Together, tema Red Hat Partner Conference 2018

Bali: Dalam Partner Conference APAC 2018, Red Hat mengumumkan sejumlah strategi yang telah mereka jalankan dan akan mereka terapkan untuk tahun ini.

Dalam sambutan dan konferensi pers terbatas, Josep Garcia, Vice President, Asia Pacific Partners & Alliances, Red Hat menyebutkan wilayah Asia Pasifik menjadi salah satu pasar yang perkembangannya paling cepat.

Setidaknya ada dua alasan Red Hat akan lebih serius di pasar Asia Pasifik. Pertama adalah open source yang terus mendorong inovasi. “Kami melihat inovasi dalam open source adalah hal yang tak terhindarkan, dan adopsinya cukup cepat,” kata Josep.

“Ketimbang menciptakan dari awal, open source hanya memerlukan pengembangan dari yang sudah ada.”

Alasan kedua adalah perusahaan di Asia Pasifik memerlukan penyedia solusi yang bisa dipercaya untuk mengelola sistem mereka. Ini biasanya berhubungan dengan efisiensi anggaran.

Beberapa perusahaan sudah menyadari bahwa daripada menyediakan infrastruktur secara mandiri, total pembiayaan kepemilikan bisa dikurangi dengan menggandeng perusahaan lain.

“Satu perusahaan bisa saja menciptakan sistem mereka sendiri, tetapi secara biaya, lebih bijak dan efisien menggendeng penyedia yang sudah ada.”

Sebagai langkah awal, Red Hat telah menggandeng beberapa perusahaan besar di wilayah Asia Pasifik, seperti Fujitsu, Deloitte, dan NTT Data. Kerja sama ini melibatkan penerapan digitalisasi dalam menyediakan layanan untuk pelanggan, di saat yang sama meningkatkan kemampuan dalam menciptakan peluang bisnis baru.

Strategi berikutnya yang diambil adalah sesuai dengan tema Partner Conference, yaitu Stronger Together.

Red Hat menyatakan akan merangkul pelanggan dan partner mereka lebih erat, dan terbuka dengan berbagai masukan, dan memberikan rekomendasi terbaik untuk menyediakan layanan yang tepat. Layanan tersebut pastinya berbasis open source dan menawarkan kemudahan integrasi antar sistem.

“Kami punya tim teknisi yang akan memperbaiki kelemahan dan kekurangan yang ditemukan, sementara partner bisa lebih fokus untuk mbmerikan pengalaman yang lebih baik untuk pelanggan mereka,” kata Phil Andrews, VP, Enterprise Sales and Strategic Business Development, Red Hat.

Pernyataannya ini mengacu kepada perusahaan yang sedang dalam penerapan transformasi digital, agar perhatian mereka terhadap konsumen tidak berkurang karena sibuk bertransformasi.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RED HAT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 20-11-2018