Hindari Pencurian, Operator AS Berhenti Jual Ponsel Unlock

Cahyandaru Kuncorojati - 13 Februari 2018 19:10 wib
Verizon.
Verizon.

Jakarta: Operator Amerika Serikat Verizon mengambil langkah serius untuk mengurangi tindak pencurian ponsel. Namun, cara tersebut tampaknya akan membuat konsumennya berpikir dua kali untuk berlanggan layanan mereka.

Dikutip dari CNET, Verizon mengumumkan rencananya untuk tidak lagi menjual ponsel unlock atau yang bisa menggunakan berbagai kartu SIM dari operator selain Verizon.

Pihak Verizon tengah membahas rencana ini, sebab ponsel unlock SIM kerap menjadi target pencurian untuk kemudian dijual kembali di pasar gelap, terutama pada ponsel iPhone karena harga jualnya yang mahal.

Executive Vice President of Wireles Operation Verizon Tami Erwin menuturkan bahwa langkah ini juga untu menekan aksi penipuan dengan memanfaatkan nomor SIM lain, hal serupa yang dilakukan Indonesia lewat registrasi ulang kartu prabayar.

Menurut Tami, langkah ini akan membuat pencuri enggan mencuri ponsel pelanggan yang membeli perangkat lewat Verizon.Tentu saja hal tanpa disadari juga akan berdampak pada bisnis penjualan ponsel atau brand ponsel yang bermitra dengan Verizon untuk penjualan di kawasan Amerika Serikat.

Hal ini akan menyulitkan bagi pengguna yang membeli ponsel untuk pemakaian di luar negeri. Jadi pengguna atau konsumen Verizon nantinya harus terlebih dahulu mengontak Verizon agar layanan katu SIM di ponsel tersebut berubah ke mode unlock dan bisa menggunakan kartu SIM di negara yang dituju.

Pada operator lain di Amerika Serikat, mereka memberikan prasyarat untuk membobol ponsel yang dibeli oleh konsumen dengan jangka waktu minimal pemakaian tertentu atau membayar biaya lebih agar ponsel tersebut bisa menggunakan kartu SIM operator lain.

Saat ini belum ada tanggapan resmi dan lebih detil dari pihak Verizon. Apabila langkah ini direalisasikan, kemungkinan Verizon akan mendapat kecaman dari konsumen termasuk operator lain karena dianggap membuat kompetisi yang tidak sehat.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TELEKOMUNIKASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 23-05-2018