Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

Amazon Rumahkan Ratusan Karyawan?

Ellavie Ichlasa Amalia - 13 Februari 2018 14:32 wib
Amazon telah merumahkan ratusan karyawannya.
Amazon telah merumahkan ratusan karyawannya.

Jakarta: Amazon baru saja merumahkan ratusan pekerjanya di Seattle dan di kawasan lain.
Perusahaan e-commerce itu akhirnya memutuskan untuk merumahkan sebagian karyawannya setelah membuka lowongan pekerjaan besar-besaran selama delapan tahun terakhir.

Pada 2010, Amazon hanya memiliki 5.000 karyawan. Kini, mereka mempekerjakan 40 ribu orang di kantor mereka di Seattle dan beberapa bisnis ritel di seluruh Amerika Serikat. 

Namun, keputusan Amazon untuk menambah jumlah pekerjanya dalam jumlah besar membuat beberapa departemen mereka menghabiskan dana berlebih dengan terlalu banyak orang.

Karena itulah, dalam beberapa bulan belakangan, Amazon tidak lagi terlalu gencar untuk mencari pekerja baru, memotong jumlah lowongan pekerjaan yang mereka buka hingga menjadi setengah dari 3.500 yang mereka buka pada tahun lalu. 

Menurut laporan TechCrunch, kebanyakan pegawai yang dirumahkan bekerja di kantor Seattle. Namun, mereka telah memecat beberapa karyawan di divisi retail mereka yang ada di kawasan lain di AS.

Keputusan ini menunjukkan strategi Amazon untuk menekan pengeluaran dan mengonsolidasi bisnis retail mereka. 

Memecat beberapa ratus karyawan dari puluhan ribu karyawan bukanlah hal yang aneh. Selain itu, jumlah karyawan yang Amazon rumahkan relatif kecil jika dibandingkan dengan perusahaan teknologi lain seperti Microsoft yang harus merumahkan ribuan orang sejak tahun lalu. 

Pemecatan ini juga bukan berarti Amazon -- yang memiliki lebih dari 500 ribu pekerja di seluruh dunia -- akan memecat lebih banyak karyawan lain atau berhenti mempekerjakan orang baru. Menurut laporan keuangan yang terbaru, jumlah karyawan global Amazon naik 66 persen dari tahun lalu. 


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AMAZON
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 15-08-2018