DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

Rangkul Pelanggan, Red Hat Gelar Partner Conference APAC 2018

Mohammad Mamduh - 11 Juli 2018 17:43 wib
Acara Red Hat Partner Conference APAC 2018
Acara Red Hat Partner Conference APAC 2018

Bali: Penyedia solusi korporate berbasis Linux Red Hat kembali menggelar ajang tahunan Partner Conference APAC 2018.

Acara berskala Asia Pasifik yang berlangsung 10-12 Juli di Nusa Dua, Bali ini, mempertemukan Red Hat dengan para partner. Salah satu topik utama dalam Partner Conference adalah memperkenalkan inovasi baru dan mempererat hubungan.

Dalam acara ini, Red Hat mengusung tema “Stronger Together”, dan menekankan sejumlah inovasi yang membantu perusahaan menghadapi transformasi digital. Mereka juga mengumumkan sejumlah pencapaian, tak lupa beberapa partner baru.

Sebagai tuan rumah, Red Hat juga mengundang beberapa pembicara dari partner strategis yang memberikan penjelasan mengenai keuntungan dalam transformasi digital dan hasil implementasi yang sukses.

Pihak Red Hat menjelaskan bahwa partner atau pelanggan merupakan komponen penting untuk Red Hat demi membuka potensi baru. 

“Model bisnis baru saat ini lebih terpusat pada konsumen. Perusahaan harus bisa memberikan pengalaman tambahan demi membuat mereka rela mengeluarkan uang lebih,” kata SVP and General Manager Red Hat Asia Pacific, Dirk-Peter van Leeuwen.

Salah satu hal yang menarik adalah Red Hat melihat pertumbuhan adopsi layanan mereka terus meningkat untuk wilayah Asia Pasifik. Ini juga menjadi salah satu faktor pendukung Partner Conference digelar khusus untuk wilayah ini. Red Hat memberikan kesempatan kepada beberapa partner mereka yang telah berhasil menciptakan inovasi untuk konsumen.

NTT Data, Deloitte Consulting, dan Fujitsu adalah perusahaan Asia Pasifik yang menjalin kerja sama dengan Red Hat. Implementasi layanan lebih kepada transformasi digital yang meningkatkan dan menyederhanakan platform yang sudah ada dengan OpenShift milik Red Hat.

Implementasinya bermacam-macam, seperti pengaturan standar untuk layanan agar semua platform terintegrasi, atau penerapan mission critical server.

Red Hat juga menekankan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Microsoft Azure dan perusahaan teknologi lainnya untuk mengintegrasi layanan. Ini berguna bagi konsumen yang ingin menyederhanakan sistem, tetapi mengadopsi beberapa platform yang berbeda.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RED HAT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 20-09-2018