Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.641.144.273 (17 JULI 2018)

Pilih Password Lemah dan Mudah Diingat atau Kuat tapi Sering Lupa?

Cahyandaru Kuncorojati - 14 Januari 2018 13:35 wib
Ada beberapa pertimbangan dalam membuat password sehingga tidak heran membuat password memakan waktu lebuih lama dalam pembuatan akun.
Ada beberapa pertimbangan dalam membuat password sehingga tidak heran membuat password memakan waktu lebuih lama dalam pembuatan akun.

Jakarta: Di era digital saat ini hampir semua kebutuhan kita terpenuhi lewat layanan digital, misal aplikasi di ponsel. Artinya semakin banyak layanan digital yang digunakan maka semakin banyak akun online yang kita miliki.

Tugas penggunanya semakin bertambah, yakni harus mengingat kata sandi atau password untuk setiap akun. Pasti sulit untuk menghafal setiap password yang berbeda untuk setiap akun, padahal langkah ini jauh lebih aman untuk melindungi informasi pribadi Anda dari usaha peretasan atau hacking.

Akibat sulit menghafalnya, Anda memiliki password yang sama untuk semua akun. Hal tersebut memberikan peluang kepada hacker mencuri seluruh informasi Anda hanya dengan satu langkah.

Hal ini juga disadari oleh perusahaan sistem keamanan Kaspersky Lab dalam sebuah penelitian mereka belakangan ini. Kaspersky Lab menemukan ada 3 akun online yang menurut responden membutuhkan password yang sangat kuat, entah panjang atau menggunakan kombinasi karakter yang unik.

63 persen responden memilih akun perbankan online, 42 persen memilih aplikasi pembayaran termasuk e-wallet, dan 41 persen memilih akun belanja online. Namun, 38 persen responden yang menggunakan password cukup kuat malah mengaku kerap kesulitan mengingat password mereka.

Bahkan separuh dari responden mengakui menyimpan password mereka tersebut dengan cara yang tidak aman, misalnya menuliskannya di buku catatan atau media lain yang bisa dengan mudah mereka akses saat lupa.

Akhirnya, 10 persen responden dalam penelitian Kaspersky Lab memilih untuk menggunakan satu kata sandi untuk semua akun online sehingga tidak mudah lupa. Benar saja, 17 persen responden yang memilih langkah itu justru menghadapai ancaman atau pernah mengalami pencurian informasi seperti peretasan dalam 12 bulan terakhir.

41 persen mengaku bahwa akun email mereka menjadi yang kerap menjadi korban peretasan lalu diikuti oleh akun media sosial sebanyak 37 persen. Akun rekening perbankan juga tidak ketinggalan sebanyak 18 persen dan juga akun belanja online dengan porsi yang sama yakni 18 persen.

Pihak Kaspersky Lab mengaku punya satu jawaban untuk masalah itu, Kaspersky Password Manager. Aplikasi ini ditujukan sebagai brankas untuk menyimpan seluruh password dari akun online yang dimiliki pengguna. 


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG CYBER SECURITY
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 18-07-2018