Pemilik Mata Uang Kripto Selalu Diintai Bahaya

Cahyandaru Kuncorojati - 14 Februari 2018 16:07 wib
Bitcoin menjadi salah satu jenis mata uang kripto yang paling populer.
Bitcoin menjadi salah satu jenis mata uang kripto yang paling populer.

Jakarta: Uang kripto tampak memberikan cara baru untuk memperoleh penghasilan atau kekayaan. Namun, perusahaan keamanan Kaspersky Lab tetap melihat memiliki uang kripto juga bisa mengundang bahaya, tidak peduli seberapa aman cara Anda memperolehnya.

Dalam rilis yang diterima dari Kaspersky Lab, disebutkan peneliti keamanan di perusahaan tersebut semakin sering menemukan serangat terhadap mata uang kripto. 

Misalnya, malware atau botnet yang bisa meretas wallet atau tempat penyimpanan uang kripto, tidak lagi sebatas meretas komputer milik orang lain untuk tempat menambang uang kripto yang membutuhkan waktu lebih lama.

"Dengan semakin meningkatnya nilai Bitcoin dan uang virtual lainnya, kami yakin bahwa sampel malware yang beredar secara luas akan terus meningkat dari hari ke hari," ungkap General Manager SEA Kaspersky Lab Sylvia Ng.

Tidak hanya pada tempat penyimpanan uang kripto pribadi, perusahaan penyedia bursa uang kripto juga semakin marak. Contohnya BitFloor sebagai bursa uang kripto terbesar di Amerika Serikat gulung tikar di 2012 setelah server dibobol dan kehilangan uang kripto senilai USD250000 (Rp3,4 miliar).

Lalu baru ini juga terjadi di Jepang pada bursa uang kripto bernama Coincheck yang berhasil mendeteksi pencuri layanan mereka dan menemukan bahwa pencuri telah berhasil meraup uang kripto senilai USD530 juta (Rp7,2 triliun).

Mengingat kegiatan menambang mata uang kripto akan terus populer maka Kaspersky Lab merekomendasikan langkah bagi Anda yang memiliki uang kripto. Pertama adalah jangan menyimpan uang kripto di layanan bursa atau bank.

Alasannya tidak ada jaminan perlindungan yang bisa Anda terima apalagi ganti rugi apabila layanan tersebut dirampok oleh penjahat siber. Kaspersky Lab menilai cara merampok bank digital jauh lebih mudah ketimbang bank fisik.

Rekomendasi lainnya, apabila memungkinkan gunakan layanan penyimpanan uang kripto berupa offline wallet di hard drive yang tidak terhubung dengan internet. Anda hanya akan terhubung ke internet saat akan menggunakan uang kripto untuk transaksi atau transfer.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG CYBER SECURITY
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 24-05-2018