Ratusan Ribu Orang India Lamar Google Assistant

Ellavie Ichlasa Amalia - 14 April 2018 14:28 wib
Google Assistant mulai populer di India. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)
Google Assistant mulai populer di India. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)

Jakarta: Film Her yang disutradarai oleh Spike Jonze tampaknya bisa menggambarkan hidup banyak orang India. 

Google Assistant, yang tersedia dalam bahasa Inggris dan Hindi, kini telah menjadi semakin populer di India, ungkap Vice President of Product Management and General Manager of Home Products, Rishi Chandra dalam peluncuran Home, speaker buatan Google yang dikendalikan oleh suara.

Asisten virtual buatan Google bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon, mengirim SMS, memutar musik dan video, mencari sesuatu di internet, membantu navigasi dan mengakses aplikasi-aplikasi lain. Sekarang, tampaknya asisten virtual buatan Google mulai menarik perhatian pengguna dalam arti lain. 

Ratusan ribu orang India -- seolah meniru cerita tentang seorang pria yang jatuh cinta pada asisten virtualnya dalam Her -- telah menunjukkan ketertarikan mereka pada asisten virtual buatan Google, lapor Quartz

"Ada 450 ribu ajakan menikah untuk Google Assistant dari India," kata Chandra. 

Google Assistant bukanlah satu-satunya asisten virtual yang menarik perhatian masyarakat India. Pada 2016, Amazon melaporkan bahwa ada seperempat juta orang melamar Alexa buatan mereka.

Sementara ketika robot humanoid, Sophia datang ke Institut Teknologi India (IIT), yang didatangi oleh lebih dari 3.000 orang, ada satu orang yang melamarnya. Robot buatan Hanson Robotics asal Hong Kong itu menolak tawaran itu dengan sopan. 

Meskipun hal ini terdengar lucu, tapi ini bisa berkembang menjadi masalah besar. Asisten virtual sudah sering menjadi target dari pelecehan seksual.

Siri dari Apple, Alexa, Cortana dari Microsoft dan Google Assistant -- semuanya menggunakan suara perempuan sebagai suara default -- memang diprogram untuk menerima perlakuan tak pantas, berbeda dengan manusia yang bisa melawan, lapor Leah Fessler dari Quartz

Sementara itu, Ilya Eckstein, CEO dari Robin Labs, yang virtual asisten buatan perusahaannya berfungsi untuk memberikan saran terkait trafik pada pengendara mobil dan truk, berkata bahwa cukup banyak interaksi para pengguna Robin yang bersifat seksual.

Hal ini tidak berhenti di sana. Robot seks tengah dikembangkan. Para ahli khawatir, hal ini akan mendorong kecanduan hubungan seksual dengna robot dan mengubah bagaimana manusia berinteraksi selamanya. 


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GOOGLE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018