DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Departemen Pertahanan Australia Larang Penggunaan WeChat

Cahyandaru Kuncorojati - 12 Maret 2018 18:26 wib
WeChat, media sosial buatan Tencent menjadi salah satu aplikasi yang sangat populer di Tiongkok bahkan kini mengejar kepopuleran Facebook.
WeChat, media sosial buatan Tencent menjadi salah satu aplikasi yang sangat populer di Tiongkok bahkan kini mengejar kepopuleran Facebook.

Jakarta: Kecemasan terhadap teknologi asal Tiongkok tidak hanya dialami Amerika Serikat. Kini Departemen Pertahanan Australia melarang penggunaan media sosial terpopuler asal Tiongkok WeChat.

Dikutip dari CNET, diduga hal ini ini dipicu oleh rasa cemas pemerintahan terhadap keamanan data pada platform tersebut. Beberapa waktu lalu badan intelijen Australia juga memperingatkan bahwa negaranya tengah menjadi target spionase asing.

"Intelijen asing  tengah memantau akses untuk informasi penting terkait Australia dan aliansinya dalam berbagai bidang, diplomasi, ekonomi, militer, inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi," tulis pernyataan yang dikeluarkan Departemen Pertahanan Australia.

Salah satu peneliti siber keamanan yang disembunyikan identitasnya mengatakan bahwa aplikasi WeChat masih memiliki celah keamanan yang bisa membahayakan data yang tersebar di layanan tersebut, bukan hanya berasal dari TIongkok.

Mereka mengakui bahwa WeChat bukan satu-satunya aplikasi yang ada di ponsel jajaran personil Departemen Pertahanan Australia yang sedang dianalisis keamanannya, WhatsApp juga disebut memiliki celah keamanan sedangkan Facebook dianggap sudah cukup aman digunakan.

Sejauh ini Departemen Pertahanan Australia masih memblokir penggunaan aplikasi WeChat di jajaran personilnya saja belum ke publik atau warga negaranya. Apabila hal itu terjadi, maka besar kemungkinan nasib WeChat akan serupa seperti Huawei dan ZTE yang dilarang memasuki pasar Amerika Serikat.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MEDIA SOSIAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018