DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kurangi Kemacetan, Tiongkok Pasang RFID di Mobil

Ellavie Ichlasa Amalia - 14 Juni 2018 16:22 wib
Ilustrasi. (Wikipedia)
Ilustrasi. (Wikipedia)

Jakarta: Pemerintah Tiongkok menyiapkan program yang memungkinkan mereka untuk melacak mobil warga menggunakan chip RFID (Radio-Frequency Identification/Identifikasi Frekuensi Radio. 

Program ini pada awalnya bersifat sukarela. Namun, per 2019, program ini akan bersifat wajib. Program yang akan dimulai pada 1 Juli mendatang diajukan oleh Kementerian Keamanan Publik dan Institut Riset Manajemen Trafik dari kementerian tersebut.

The Verge melaporkan, dengan memasang chip RFID pada kaca depan mobil baru dan perangkat pembaca yang ada di pinggir jalan, pemerintah bisa memelajari masalah kemacetan dan menyelesaikan masalah tersebut.

Dengan begitu, pemerintah bisa mengurangi polusi, yang merupakan salah satu prioritas Presiden Tiongkok, Xi Jinping

Program ini juga diharapkan akan bisa membantu pemerintah mencegah serangan teroris menggunakan mobil. Sistem ini tidak memungkinkan pemerintah mencari tahu lokasi sebuah mobil, seperti GPS. Namun, tidak diketahui informasi apa saja yang akan disimpan dalam RFID selain warna mobil dan nomor pelat. 

Tiongkok bukanlah negara pertama yang mengimplementasikan sistem ini. Beberapa negara lain seperti India, Afrika Selatan, Brasil dan Dubai menggunakan RFID untuk berbagai hal, mulai dari membayar bensin, membayar parkir hingga membayar tol. 

Namun, sistem di Tiongkok memiliki potensi untuk menjadi sistem yang jauh lebih besar, mengingat ukuran negaranya yang juga lebih besar. Selain itu, mengingat pemerintahan Xi juga memiliki sejarah memata-matai warganya, ada kekhawatiran bahwa pemerintah akan memanfaatkan RFID ini untuk memonitor warganya sendiri. 


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TEKNOLOGI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018