DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

Peneliti Latih Kecerdasan Buatan Bertingkah Seperti Anjing

Ellavie Ichlasa Amalia - 16 April 2018 15:10 wib
Para peneliti mendapatkan data dari seekor anjing Malamute.
Para peneliti mendapatkan data dari seekor anjing Malamute.

Jakarta: Ada banyak hal yang kecerdasan buatan (AI) bisa pelajari dari anjing, menurut para peneliti dari University of Washington dan Allen Institute for AI.

Para peneliti tersebut baru saja melatih jaringan syaraf untuk mengartikan dan memprediksi perilaku anjing. Hasilnya, mereka berkata, menunjukkan bahwa binatang bisa menjadi sumber pelatihan data baru untuk sistem AI, termasuk sistem yang digunakan untuk mengendalikan robot. 

Untuk melatih AI berpikir layaknya anjing, pertama, para peliti memerlukan data. Mereka mengumpulkan data dalam bentuk video dan informasi gerakan yang ditangkap dari seekor anjing Malamute bernama Kelp.

Sebanyak 380 video pendek diambil menggunakan kamera GoPro yang dipasang di atas kepala sang anjing, juga data gerakan dari sensor-sensor yang ada pada tubuh dan kaki anjing tersebut. 

The Verge melaporkan, dengan informasi tersebut, para peneliti menganalisa tingkah laku Kelp menggunakan teknik deep learning. Teknik AI tersebut biasanya digunakan untuk mengenali pola dari data. Dalam kasus ini, data yang dicocokkan adalah gerakan dari kaki Kelp dan data visual dari kamera GoPro. 



Jaringan syaraf yang dilatih menggunakan data ini kemudian akan bisa memperkirakan apa yang akan dilakukan oleh sang anjing dalam keadaan tertentu. Misalnya, jika seseorang melemparkan bola, jaringan syaraf itu akan bisa memprediksi bahwa anjing akan mengejarnya. 

Penulis utama riset ini, Kiana Ehsani menjelaskan bahwa sistem AI mereka dapat memprediksi tingkah laku anjing dengan sangat akurat, meski hanya dalam waktu sangat singkat.

Setelah para peneliti melatih jaringan syaraf untuk memiliki perilaku layaknya anjing -- yang dalam laporan riset dijelaskan sebagai binatang yang memiliki kecerdasan visual, bisa mengenali makanan, penghalang, manusia dan binatang lain -- mereka ingin tahu apakah jaringan syaraf itu juga akan memelajari hal lain tentang dunia sekitarnya tanpa diberitahukan secara eksplisit. 

Ternyata, jaringan syaraf yang dilatih menggunakan perilaku anjing menunjukkan kecerdasan layaknya anjing, meski kapasitasnya sangat terbatas. 

Sistem yang dibuat oleh Ehsani dan koleganya bukanlah model dari otak atau kesadaran dari anjing. Sistem tesrebut hanya memelajari hal-hal dasar berdasarkan data yang diberikan.

Sama seperti penelitian AI lainnya, para peneliti dalam penelitian ini hanya melatih sistem jaringan syaraf berdasarkan data yang didapatkan dari gerakan anjing.

Namun, seperti yang disebutkan oleh Ehsani, ini tampaknya menjadi kali pertama seseorang mencoba untuk melatih sistem jaringan syaraf pada AI menggunakan data dari binatang.

Hal ini mengimplikasikan bahwa data yang didapat dari binatang juga bisa digunakan sebagai data untuk melatih kecerdasan buatan. 


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ROBOT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 20-09-2018