DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Plug and Play: Founder Kunci Maju Mundur Startup

Lufthi Anggraeni - 09 Januari 2018 15:00 wib
Plug and Play menyebut founder sebagai faktor penentu utama dalam memilih startup di program akselerasi gelombang kedua.
Plug and Play menyebut founder sebagai faktor penentu utama dalam memilih startup di program akselerasi gelombang kedua.

Jakarta: Plug and Play menyebut founder menjadi faktor kunci di balik keputusannya dalam memilih startup pendaftar untuk menjadi peserta program akselerasinya. Hal tersebut disampaikan Plug and Play pada pengumuman 13 startup peserta program akselerasi gelombang kedua.

"Kunci ada di founder, komitmen founder turut berpengaruh terhadap kemajuan startup. Sebab founder yang membawahi lebih dari satu startup umumnya tidak bisa fokus dan akhirnya harus memilih untuk melepas salah satunya," ujar President Director Plug and Play Wesley Harjono.

Selain founder, Plug and Play Indonesia juga mengaku memperhatikan pengelolaan yang dilakukan startup tersebut terhadap usahanya. Tidak hanya itu, teknologi yang digunakan juga penting untuk diperhatikan. Plug and Play menilai, ini memberikan pemahaman dalam membantu menemukan solusi yang sesuai untuk proses akselerasi startup tersebut.

Selain itu, disinggung soal alasannya menerima startup asal Singapura, yaitu Blynk, Plug and Play menyebut hal ini ditujukan agar startup dari negara lain dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dengan startup dari Indonesia.

Menurut Wesley, hal ini akan bermanfaat sebab ekosistem dan teknologi di luar negeri lebih matang, sementara ekosistem di Indonesia masih berkembang. Hal ini memungkinkan startup Indonesia mempelajari pengalaman yang telah dilaluinya.

Selain itu, pada gelombang kedua ini, sebagian besar startup pada gelombang kedua ini bergelut di ranah fintech.

Disinggung alasan pemilihan startup ranah tersebut, Plug and Play menyebut karena melihat permasalahan di Indonesia masih terfokus di ranah keuangan, akibat jumlah masyarakat Indonesia yang belum terjamah institusi perbankan.

Ranah fintech yang makin dipadati pemain dinilai masih memiliki peluang, sebab keberadaan startup fintech saat ini masih belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut di Indonesia.

Selain itu, Plug and Play menyebut permasalahan terkait finansial di Indonesia masih dapat ditemukan pada tahun-tahun mendatang, meski dengan kondisi lebih baik.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STARTUP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 20-10-2018