DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Menjajal Samsung Galaxy A8+ di Makam Kaisar Hadrian dan 'Air Mancur Jodoh'

Fitra Iskandar - 13 Februari 2018 23:15 wib
Salah satu sudut di Castel Sant'Angelo.(Foto;Medcom/Fitra Iskandar)
Salah satu sudut di Castel Sant'Angelo.(Foto;Medcom/Fitra Iskandar)

ROMA:  Kota Roma menawarkan banyak sudut yang instagramable. Berbagai ikon kota so pasti menggoda untuk diabadikan.  Tapi jangan lupa masuk ke kastil-kastil dan bangunan zaman Romawi kuno. Ada  Basillica Santo Petrus (Vatican), Galleria Borghese, Castel Sant’Angelo dan Fontana di Trevi. Rasakan sensasi bangunan kuno yang akan membuat Kamu terlempar ke masa lalu. Eits, jangan gelisah dulu :-p.

Kita tengok Castle Sant’Angelo.  Bangunan ini didirikan oleh Kaisar Hadrian sebagai Mausoleum (makam keluarga) pada tahun 130-139 dan beberapa tahun kemudian beralih fungsi menjadi gedung militer.  

Castel Sant’Angelo memiliki lima tingkat dan nyaris semua tangga merupakan lorong gelap, dan beberapa memiliki lebar tak lebih dari satu meter. Mencoba kamera ponsel di tempat yang minim cahaya ini cukup seru.

Kami menangkap suasana-suasana temaram di bangunan-bangunan bersejarah di Kota Roma, dengan Samsung Galaxy A8+. Anda bisa lihat sendiri hasilnya menangkap objek di lokasi yang minim cahaya (low light).

Kami datang sekitar pukul 16.30 tengah pekan lalu. Cuaca mendung. Kami langsung menunju tangga yang membawa ke atas pagar tembok kastil di bagian Bastion of San Giovanni.  Ada jalan yang lebarnya sekitar 1,5 meter (castle wall walk), sebagai penghubung ke ruangan-ruangan lain.   
 


Dari bagian Bastion of San Giovanni di salah satu sudutnya terdapat penyimpanan senjata. Ruangan bundar berdiameter sekitar 2 meter ini berisi bola-bola besi dan meriam.  



 
Dari sudut tempat berjalan di pagar kastil ini, bagian berikut adalah sebuah taman kecil dan tangga menuju tempat berjalan di sisi pagar lain.  Saat kami sampai di sini waktu menunjukkan pukul 17.15. Matahari tinggal sisa-sisa cahayanya.


 
Di sisi pagar kastil ini terdapat ruangan pajangan benda-benda bersejarah. Seperti baju perang dan senjata. Ada tiga sekat ruangan. Sepi. Remang-remang pula. Hanya saya sendiri mencoba mengambil gambar. Setelah itu saya buru-buru keluar.
 


Ruangan selanjutnya adalah ruangan yang  berisi peti-peti besi. Lokasinya berada di sudut kiri dari ruangan utama yang ukurannya sekitar lapangan voli.

Saya  tidak menduga gambar yang dihasilkan Samsung Galaxy A8+ cukup jelas dan terang di sini. Kamera yang memiliki aperture (bukaan diafragma) f/1.7 ternyata memang cukup membantu.

Jujur awalnya, saya pesimistis, karena cahaya yang ada di ruangan berpintu jeruji besi itu cukup redup.


Menurut keterangan yang tertera di dekat pintu, awalnya ini adalah ruangan makam, namun oleh kekaisaran selanjutnya, dijadikan tempat penyimpanan barang berharga.  Lihat saja petinya yang besar-besar dan dilengkapi sejumlah pengunci.
 
Setelah ruangan ini sampailah pada tangga terakhir untuk mencapai rooftop Castle Sant’Angelo. Ini adalah salah satu lokasi favorit untuk melihat Kota Roma dari ketinggian. Anda bisa menatap ke Vatikan di sebelah kanan setelah naik dari tangga. Kemudian dengan mendongak, tampak patung perunggu Michael The Archange, buatan 1753, seperti menatap Anda yang ada di bawahnya.



Di atap ini, Kota Roma terlihat indah. Awan yang membiru dan lampu-lampu kota jadi pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Tengok saja nona yang satu ini. 


Bangunan berkubah di seberang Castel Sant'Angelo biasanya menjadi objek bidikan dan latar sat selfie. Bangunan kubah itu tak lain adalah Basillica Santo Petrus, Vatikan.


Di malam hari, Castel Sant'Angelo cukup menonjol. Selain karena memiliki menara, tidak ada bangunan lain di sekeliling yang menandingi kemegahannya.




Sudah malam.  Trevi Fountain sasaran berikut.  Ini adalah air mancur di tengah kota paling ikonik di Roma bahkan dunia.  Holywood pernah membuat film berlatar kisah Fontana di Trevi, berjudul When In Rome. Ceritanya seputar mitos yang dihidupkan di air mancur ini. Katanya, siapa yang melempar koin ke kolam, maka akan kembali lagi ke Roma bersama pasangannya. Tentu ini cuma mitos. Jangan percaya. Mungkin hanya akal-akalan untuk menarik wisatawan. Biasanya kan begitu :-).

Tapi enggak usah pusingkan soal begituan. Yang pasti ini spot yang harus dikunjungi di Roma. Pertama karena, Anda tidak perlu membayar tiket untuk menikmatinya. Kedua, air yang mengalir dan arsitektur megah di belakangnya tentu jadi kombinasi yang wah… pisan.

Foto: Kenny Santana

Kalau ke lokasi ini malam-malam, dan niat foto-foto , sebaiknya pastikan kameranya yang mumpuni di situasi minim cahaya.


(FIT)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SAMSUNG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 19-10-2018