DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Konsep Bandara Pintar Bisa Tingkatkan Keamanan Bandara

Ellavie Ichlasa Amalia - 12 Juli 2018 16:24 wib
Product Manager, Enterprise Group, Huawei Indonesia, Eric Sugiono. (medcom.id)
Product Manager, Enterprise Group, Huawei Indonesia, Eric Sugiono. (medcom.id)

Jakarta: Transportasi adalah salah satu sektor yang menjadi fokus dari grup enterprise Huawei Indonesia tahun ini. Mereka ingin menawarkan manajemen transportasi berbasis digital. Dalam mengembangkan teknologi untuk smart airport, keamanan menjadi salah satu fokus Huawei.

Dua teknologi yang Huawei tawarkan untuk manajemen bandara adalah video analytic dan pengenalan wajah.

Product Manager, Enterprise Group, Huawei Indonesia, Eric Sugiono menjelaskan, dengan banyaknya kamera CCTV di bandara, mengawasi keseluruhan rekaman kamera adalah hal yang sulit untuk dilakukan oleh manusia.

"Dengan teknologi video analytic, manajemen bandara bisa mendapatkan peringatan sebelum, ketika dan setelah terjadi kejadian," kata pria yang akrab dengan sapaan Eric ini ketika ditemui di Wisma BRI.



Dia menjelaskan, menggunakan teknologi pengenalan wajah, sistem akan bisa membandingkan wajah dari pengunjung bandara dengan database wajah kriminal milik polisi. Ketika sistem menemukan ada kecocokan, maka pihak manajemen bandara akan mendapatkan peringatan.

"Kamera dengan pengenalan wajah biasanya ada di pintu masuk dan keluar dan menggunakan kamera high definition. Sehingga, foto dari orang yang lalu lalang akan tertangkap dengan jelas. Ketika sistem menemukan kecocokan dengan database polisi, maka akan muncul peringatan," katanya.

Sistem masih akan bisa mengenali wajah seseorang bahkan ketika dia menggunakan aksesori seperti kacamata hitam.

Meskipun begitu, dia mengingatkan bahwa pihak manajemen bandara masih harus melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa orang yang memiliki kemiripan dengan foto dalam database kepolisian memang orang tersebut.

Selain itu, pihak manajemen bandara juga bisa menentukan tindakan yang dianggap sebagai anomali. Sehingga ketika ada orang yang melakukan hal itu, sistem akan memberikan peringatan.

Eric mencontohkan, orang yang masuk ke dalam kawasan terlarang dari bandara atau orang yang meninggalkan barang secara sengaja di bandara.

Saat ini, sistem smart airport buatan Huawei ini telah digunakan di bandara di Dubai dan Tiongkok. Namun, di Indonesia, belum ada bandara yang menggunakannya.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TEKNOLOGI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 20-11-2018