Apple Punya Sistem Keamanan Baru, Amankah?

Ellavie Ichlasa Amalia - 13 September 2017 14:14 wib
Face ID memungkinkan pengguna untuk membuka ponsel dengan wajah pengguna.
Face ID memungkinkan pengguna untuk membuka ponsel dengan wajah pengguna.

Metrotvnews.com: Apple baru saja memperkenalkan Face ID, fitur pengenalan wajah yang akan menggantikan Touch ID di iPhone X. Teknologi tersebut memanfaatkan apa yang Apple sebut sebagai sistem kamera True Depth, yang terdiri dari sekumpulan sensor yang dapat mendeteksi wajah pengguna, bahkan dalam gelap, untuk membuka kunci ponsel. 

Face ID menggunakan sensor jarak, cahaya ambien, sinar inframerah, flood illuminator, speaker, mikrofon dan kamera depan untuk bisa bekerja. Semua informasi dari sensor dan kamera tersebut akan diproses oleh neural engine dalam prosesor baru Apple, A11 Bionic, lapor Engadget

Namun, ada beberapa kekhawatiran yang muncul karena penggunaan teknologi pengenalan wajah ini. Salah satunya adalah masalah terkait keamanan. Menurut The Verge, Apple menyebutkan bahwa mereka tidak akan mengirimkan data wajah pengguna ke cloud. Itu artinya, data tersebut hanya akan tersimpan pada ponsel.

Ketika menggunakan Touch ID, Apple menyimpan data dari sidik jari pengguna di dalam chip keamanan Security Enclave. Jika Apple melakukan hal yang sama dengan data pada Face ID, maka mengambil data tersebut bukanlah perkara gampang, mengingat Secure Enclave adalah bagian paling aman dari iPhone.

Memang, tidak ada jaminan bahwa sistem ini tidak akan bisa ditembus. Tidak tertutup kemungkinan, hacker juga menemukan metode baru untuk menembus sistem yang ada di masa depan. Tapi, jika dibandingkan dengan perangkat lain yang sistemnya terhubung ke internet, sistem buatan Apple ini lebih aman. 

Satu kekhawatiran lain yang muncul adalah jika seorang hacker menggunakan foto untuk menipu sistem pengenalan wajah pada iPhone X. Samsung Galaxy S8 yang diluncurkan pada awal tahun ini juga dilengkapi dengan fitur pengenalan wajah. Namun, ternyata, sistem pengenalan wajah smartphone tersebut bisa dikelabui dengan sebuah foto. 

Untungnya, sistem yang Apple gunakan memang lebih canggih karena menggunakan menggunakan kamera ganda dan sinar inframerah. Dalam sebuah video, Apple juga menunjukkan bahwa Face ID tidak akan tertipu topeng 3D. Eksekutif Apple, Phil Schiller menjelaskan, Face ID hanya bisa bekerja jika pengguna menghadap ke ponsel dalam posisi yang sesuai. "Jika mata Anda tertutup, Face ID tidak akan bekerja. Jika wajah Anda tidak pas di kamera, ia tidak akan bekerja," ujarnya.

Diharapkan, ini akan mempersulit seseorang -- polisi atau kriminal -- untuk membuka kunci iPhone secara paksa dengan mengarahkannya ke wajah pengguna. 


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG APPLE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017