Djaring Sediakan Layanan Web untuk UKM

Lufthi Anggraeni - 06 Februari 2018 15:29 wib
Djaring menghadirkan layanan pembuatan situs terjangkau untuk usaha kecil menengah.
Djaring menghadirkan layanan pembuatan situs terjangkau untuk usaha kecil menengah.

Jakarta: Djaring mengumumkan ketersediaan layanan pembangunan situs yang menyasar Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Platform ini ditujukan sebagai solusi bagi UKM yang ingin meningkatkan taraf bisnisnya, untuk memiliki merek dengan biaya terjangkau.

"Tujuan kami adalah membangun brand identity dan reputasi bagi UKM. Tidak hanya sebagai penyedia layanan web builder, ke depannya kami bertujuan menjadi SME enabler," ujar Co-Founder dan CEO Djaring Laksamana Mustika.

Kehadiran Djaring ini ditujukan untuk membantu UKM dalam menghadirkan informasi lebih detil dan menarik terkait dengan produk dan usaha yang mereka tawarkan.

Sebab berdasarkan pengamatan Djaring, hingga saat ini UKM masih belum memperhatikan hal detil terkait kelengkapan informasi untuk membangun merek, salah satunya adalah foto dengan kualitas baik.

Djaring menyediakan platform dengan pilihan template tertentu yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh UKM, tanpa perlu memiliki pengetahuan khusus terkait dengan bahasa pemprograman. Selain itu, kemudahan lain juga dihadirkan melalui sejumlah fitur yang telah dilokalisasi.

Fitur yang telah dilokalisasi tersebut termasuk opsi pembayaran dengan menggandeng Midtrans, memungkinkan transfer dari berbagai bank, kartu kredit, click pay, dan lainnya. Selain itu, Djaring juga telah bekerja sama dengan sejumlah layanan ekspedisi seperti JNE, Tiki, Si Cepat dan J&T untuk mempermudah UKM dalam mengirimkan produk dagangan mereka.

Kemudahan lain juga ditawarkan Djaring melalui fitur pencatatan laporan keuangan secara langsung, dengan menggandeng layanan akuntansi Jurnal.id. Laksamana berharap Djaring dapat mempermudah UKM dalam mempromosikan produknya secara online.

Untuk dapat memanfaatkan layanan yang ditawarkannya, Djaring mematok biaya berlangganan dengan kisaran Rp200 ribu hingga Rp750 ribu per bulan.

Harga ini dinilai lebih dari separuh lebih murah jika dibandingkan dengan layanan pembangunan situs mandiri, yang ditaksir dapat mencapai belasan hingga puluhan juta Rupiah.

Perbedaan harga berlangganan tersebut didasarkan pada fitur yang ditawarkannya. Pada versi berlanggan termahal, UKM dimungkinkan untuk mengubah layout dan melakukan kustomisasi pada template situs.

Sementara pada versi paling terjangkau, UKM hanya dapat memanfaatkan fitur dasar tanpa kemampuan kustomisasi. Tidak hanya biaya, Djaring juga diklaim menghemat waktu yang diperlukan UKM dalam membangun situs milik mereka.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TEKNOLOGI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 25-05-2018