Serangan Siber di Olimpiade Musim Dingin Murni untuk Mengacau

Ellavie Ichlasa Amalia - 13 Februari 2018 15:00 wib
Serangan yang ditujukan pada Olimpiade Musim Dingin bertujuan untuk mengacau. (AFP PHOTO / Vincent AMALVY)
Serangan yang ditujukan pada Olimpiade Musim Dingin bertujuan untuk mengacau. (AFP PHOTO / Vincent AMALVY)

Jakarta: Pada bulan Januari, perusahaan keamanan siber, McAfee menyebutkan bahwa organisasi terkait Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang menjadi target dari serangan siber. Itu bukan satu-satunya serangan yang ditujukan pada Olimpiade Musim Dingin.

Pihak penyelenggara mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Olimpiade Musim Dingin memang mengalami serangan siber dalam acara pembukaan, meski mereka memutuskan untuk tidak mengungkap pelaku di balik serangan tersebut. Serangan itu membuat beberapa server internal Olimpiade lumpuh. 

Selain itu, serangan tersebut juga melumpuhkan jaringan WiFi publik, lapor Yonhap News Agency, yang membuat para pengunjung tidak bisa mencetak tiket mereka.

Serangan siber ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kekacauan dan bukannya untuk mendapatkan uang atau informasi, ungkap peneliti dari Cisco Talos Intelligence Group setelah menganalisa data yang ada. 

Kode malware yang digunakan untuk menyerang Olimpiade ini menunjukkan bahwa tidak ada data yang dikirimkan dari server Olimpiade. Itu berarti, para hacker tidak tertarik untuk mencuri password atau komunikasi dari para penyelenggara selama acara tersebut, lapor CNET

Salah satu serangan siber yang ditujukan ke Olimpiade -- yang Cisco namai "Destructor" -- dibuat dengan tujuan untuk memastikan tidak ada informasi yang bisa dicuri. Malware itu berfungsi untuk menghapus semua data dan salinan data yang ada pada server Olimpiade. Ia juga menyerang proses pemulihan dan menghapus semua memori server, ujar para peneliti. 

"Menghapus semua metode pemulihan data menunjukkan bahwa pelaku serangan ingin memastikan server tidak lagi bisa digunakan," kata peneliti Cisco, Warren Mercer dan Paul Rascagneres dalam sebuah blog post. "Satu-satunya tujuan serangan malware ini adalah untuk merusak host dan membuat sistem komputer mati."

Namun, serangan ini tidak berlangsung lama. Server Olimpiade dapat kembali pulih dalam waktu 12 jam. Analisa lebih lanjut menunjukkan bahwa server Olimpiade Musim Dingin mungkin telah terinfeksi malware sebelum upacara pembuka diadakan.

Malware itu bisa menyebar ke dalam sistem karena para hacker di balik serangan tersebut memiliki informasi internal seperti username, password, dan nama server, ujar para peneliti. 

Masih belum diketahui siapa yang melakukan serangan ini. Namun, tujuan dari serangan tersebut, berdasarkan analisa malware, adalah untuk mengacaukan Olimpiade. 

Rusia, yang tidak ikut serta secara resmi dalam Olimpiade Musim Dingin karena dugaan penggunaan obat doping, memprediksi bahwa mereka akan disalahkan jika terjadi serangan siber dalam Olimpiade. Mereka menyatakan hal ini bahkan sebelum Olimpide dimulai. 

Sementara itu, Korea Utara juga dicurigai melakukan serangan siber. Negara itu disalahkan akibat ransomware WannaCry yang menyebar tahun lalu, walau Korea Utara membantah tuduhan tersebut. 


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG CYBER SECURITY
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-02-2018