DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

SDM Terampil TI Langka, Turunkan Produktivitas Perusahaan

Ellavie Ichlasa Amalia - 12 Juli 2018 14:53 wib
Presiden Direktur i3, Ronny Christian. (Medcom.id)
Presiden Direktur i3, Ronny Christian. (Medcom.id)

Jakarta: Sebanyak 79 persen proyek TI gagal akibat kesalahan manusia, menurut survei IT Resource Management pada 2014. Hal ini sesuai dengan survei yang dilakukan oleh Capgemini, yang menunjukkan bahwa ada kelangkaan sumber daya manusia terampil TI saat ini.

Padahal, kelangkaan SDM terampil TI ini bisa memberikan dampak besar pada perusahaan. Menurut survei yang Capgemini lakukan pada 501 perusahaan di dunia, sebanyak 52 persen responden mengatakan bahwa kelangkaan karyawan yang terampil TI membuat produktivitas menurun.

Tidak hanya itu, masalah ini juga memberikan dampak pada pelanggan, membuat para pelanggan enggan untuk berinteraksi. Kelangkaan SDM terampil TI bahkan bisa menurunkan pendapatan dan keuntungan perusahaan.

Masalah ini, menurut President Direktur PT Inovasi Informatika Indonesia (i3), Ronny Christian adalah masalah yang dialami oleh perusahaan-perusahaan di dunia dan tidak hanya di Indonesia.

Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan harus bisa menemukan talenta yang mumpuni atau melatih karyawan yang mereka miliki.

Kurang terampilnya SDM ini adalah masalah yang coba i3 selesaikan. Mereka mencoba untuk menyediakan pelatihan bagi karyawan perusahaan terkait berbagai topik teknologi, seperti data manajemen dan cloud.

Hari ini, i3 mengumumkan kerja samanya dengan Huawei untuk membekali perusahaan dengan pelatihan dan setifikasi Huawei dalam bidang jaringan dan cloud.

Ronny menjelaskan, adanya jarak antara kemampuan seorang pekerja dengan kebutuhan perusahaan adalah karena teknologi yang berkembang terlalu cepat. Dia mencontohkan pekerja yang mengambil TI sebagai jurusan saat kuliah.

"Kuliah mengajarkan bahasa pemprograman tertentu. Namun, ketika sudah lulus, bahasa itu sudah tidak lagi digunakan. Karena itu, mereka harus belajar terus," katanya.

Sebagai perusahaan yang melatih SDM di bidang TI, i3 mengkhususkan diri dalam beberapa teknologi, seperti cloud, Internet of Things, kecerdasan buatan (AI) dan data manajemen, yang mencakup big data dan analisa data.

Ronny mengatakan, tidak semua bidang yang i3 ajarkan mengharuskan peserta untuk memiliki latar belakang IT. "Seperti analitik, yang dibutuhkan itu bukan TI, tapi logical thinking dan matematika dan statistik," katanya. "Di area lain, seprti AI, bidang ini juga memiliki sisi manusiawi dan piskologi."

Dia mengungkap, semakin canggih teknologi, dibutuhkan semakin banyak orang dari beragam bidang untuk mengembangkan teknologi tersebut.


(MMI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TEKNOLOGI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 20-09-2018